Dr Supangat : Kami Butuh Jiwa Tidak Sekedar Kurikulum

FOKUSATU-Tanggapan webinar Kementerian 07 Agustus 2020 dari
Dr. Supangat (dosen UIN Jakarta)

Cukup bisa diapresiasi beberapa kementerian (khususnya Kemendikbud) berani menaikan keseriusan dalam menangani sekolah yang diberi kesempatan untuk pembelajaran tatap muka, awalnya hanya 6% di webinar yang pertama menjadi 43% pada kegiatan webinar.

Dalam webinar tersebut Kemendikbud memang menekankan pentingnya kesiapan sekolah dan izin Pemda serta keputusan orang tua, sebagai penentu terlaksana dan tidaknya belajar tatap muka. Di kesempatan yang sama juga kemendikbud mensosialisasikan penyederhanaan kurikulum, hingga akan ada buku panduan yang tidak hanya bagi siswa, namun juga guru bahkan orang tua.

Kesan kesiapan kementerian sangat baik untuk penyederhanaan kurikulum, padahal bukan itu yang sedang sangat dibutuhkan oleh para orang tua. Sekali lagi bukan penyederhanaan kurikulum yang sangat urgen dibutuhkan namun jaminan keselamatan jiwa anak mereka dan kesiapan sekolah dengan protokol kesehatan itu yang jauh lebih penting.

Harusnya Kemendikbud segera membuat buku panduan bagi sekolah bagaimana menjamin protokol kesehatan yang harus dijalankan di lembaganya, panduan bagi siswa bagaimana melindungi diri agar aman dari pandemic Covid-19 dan yang juga yang tidak kalah penting bagaimana panduan orang tua dan masyarakat dalam mendukung protocol kesehatan untuk keamanan dan keselamatan jiwa bagi semua orang khususnya anak mereka.

Berikut contoh instrument bagi kepala sekolah atau pengawas untuk menjaminkan kesiapan sekolah dalam menghadirkan siswa belajar tatap muka di kelas. Sekolah harus memiliki dan paham beberapa protokol kesehatan yang beberapa waktu lalu sempat disosilisasikan oleh pemerintah.

Memiliki team Penanganan Covid-19, (SK/Penugasan), memiliki Aturan Rekayasa Pembelajaran selama Pandemi Covid-19, Semua yang ada di sekolah menjaga jarak dengan prinsip physical distancing, Mensosialisasikan pencegahan covid-19 melalui spanduk/x-banner/Flyer, menyediakan dan melakukan penyemprotan disinfektan secara periodic, menyediakan & menggunakan alat pengukur suhu (thermo gun) & termometer, menyediakan wastafel/tempat cuci tangan, dengan sabun di depan kelas, semua mengenakan Masker dan membawa cadangan masker, Sekolah menyediakan masker cadangan &/ Face Shield.

Siswa dan semua yang berada di sekolah harus mengenakan masker / face shield, guru yang mengajar tatap muka dilengkapi APD (Alat Pelindung Diri/ Masker, Sarung Tangan & Face Shield), TU yang melayani orang tua, dilengkapi APD, mengatur jarak kursi minimal 1 meter, Selalu menjaga jarak, tidak berkerumun dan tidak saling bersentuhan, optimalisasi fungsi UKS (Unit Kesehatan Sekolah), berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan (Rumah Sakit), sekolah mengupayakan pintu masuk dan keluar siswa (guru/karyawan) berbeda.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *