Agus Fatah : Pendongeng Dan Penulis Itu Telah Kembali Menghadap Ilahi

FOKUSATU-Dahulu ditahun 1978-1980 saya sering membaca majalah anak Si Kuncung yang saya pinjam dari perpustakaan sekolah. Saya senang sekali membaca majalah tersebut karena cerita anak di majalah tersebut sangat menarik untuk dibaca.

Baru ditahun 1999 saya tahu dan bertemu dengan redaktur majalah Si Kuncung. Beliau adalah Bapak H. Soekanto SA di acara Pelatihan Seni Bercerita Islami, yang diselenggarakan oleh Remaja Masjid Komplek Pertanian Pasar Minggu Jakarta Selatan.

Senang sekali saya dapat bertemu dengan penulis cerita anak dan pendongeng ini. Beliau adalah penulis dan pendongeng hebat yang karya dan jam terbangnya dalam menulis dan mendongeng sungguh luar biasa.

Bapak H. Soekanto SA awalnya adalah penulis buku buku untuk dewasa, beliau adalah sahabat dekat sastrawan Ajip Rosyidi. Bapak H. Soekanto SA adalah anggota kelompok “Seniman Pasar Senen” bersama Aji Rosyidi, MS. Ardan dan Misbah Yusa Biran.

Sebelum dikenal sebagai pendongeng Bapak H. Soekanto SA adalah seorang penulis produktif, sampai akhir hayatnya, beliau telah menulis 30 buku dan 500 cerita anak yang penuh nilai. Umumnya karya beliau berbentuk cerpen dan novel. Tiga buah diantaranya berbentuk biografi masa kecil Husni Thamrin (Matahari Jakarta), Jenderal Soedirman (Perjalanan bersahaja), dan Si Pitung (Hanya Sekali Kita Hidup).

Dalam rangka menyambut Tahun Internasional Anak tahun 1979, pada tahun 1978, Bapak Soekanto SA mendapat undangan UNESCO untuk mengikuti seminar dan training mengenai bacaan anak di Tokyo yang diselenggarakan oleh ACCU (Asian Cultural Centre for UNESCO). Pada tahun 1986, ia memenuhi undangan dari IBBY (International Board on Books for Young People) Jepang, untuk hadir dalam kongres IBBY ke-20 di Tokyo yang bertema “Why Do You Write For Children” di hadapan trainee ACCU. Di tahun 1988, atas undangan dan biaya KPBA (Kelompok Pecinta Bacaan Anak) beliau mengikuti kongres IBBY ke-21 yang diadakan di Oslo, Norwegia dengan tema “Children Books and New Media.”

Sedangkan jejak rekamnya sebagai pendongeng, ditahun 1979, Soekanto SA memperkenalkan kembali di Indonesia, Seni Mendongeng di Taman Ismail Marzuki bahkan di TV bersama Kak Seto. Hingga kini ia dikenal sebagai pendongeng yang pernah mendongeng di Tokyo dan Oslo (Norwegia)

Di tahun 1998 ia menulis buku seni bercerita Islami dan aktif memberikan pelatihan mendongeng. Ada pesan yang masih saya ingat dari beliau saat memberikan pelatihan mendongeng. Diantara pesan beliau adalah:

Pertama, usahakan kita dalam keadaan “taqorrub ilaallah”(mendekatkan diri pada Allah SWT) jika kita ingin bercerita kepada anak-anak. Ingatlah para qurrota a’ayun (anak-anak penyejuk mata) tersebut dulu terlahir fitrah (suci) dan kita diamanahi untuk mengembalikan mereka kelak kepada Allah SWT dalam kondisi fitrah pula. Kondisi ini pasti akan menampilkan kita dalam suasana hati yang cerah, jauh dari resah gelisah dan dapat memusatkan perhatian dengan baik.

Kedua, pastikan dengan itu, jika kita hendak bercerita bahwa kita mencintai dan mengasihi makhluk kecil dihadapan kita dan menginginkan mereka bahagia. Pastikan juga bahwa kita penuh rasa pengabdian kepada Allah SWT untuk membuat mereka tersenyum, tertawa, berjingkrak atau menangis berlinang air mata.

Senin, 8 Juni 2020 Juni Bapak H. Soekanto SA, penulis dan pendongeng dengan karya-karya yang luar biasa berpulang kehadirat Allah SWT. Beliau meninggal dunia diusia tua yang penuh berkah. Sepanjang hidup beliau mengisi waktunya dengan amal dan karya nyata sebagai bekal menghadap Allah SWT.

Selamat jalan pendongeng dan penulis mulia, amal dan karyamu insya Allah menjadi pemberat timbangan kebaikanmu di akherat dan tentu saja menginspirasi kami.

Selamat jalan Bapak H. Soekanto SA, kami menjadi saksi bahwa Bapak adalah orang baik yang menginginkan anak-anak tetap baik, terjaga fitrahnya dimanapun mereka berada.

Selamat jalan sang pendongeng dan penulis, kami optimis akhir hidupmu manis (khusnul khotimah). Teriring doa dari kami menyertai kepulanganmu. menghadap Ilahi, Alfaatihah….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *