Sayyid Yusuf Aidid Isi Materi Di Pesantren Virtual Ramadhan MAHYA

FOKUSATU-Majelis Hikmah Alawiyah (MAHYA) lembaga yang bergerak di bidang penelitian dan perpustakaan Thariqah Alawiyah menggelar Pesantren Virtual Ramadhan selama dua hari, Sabtu (9/5) dan Ahad (10/5) pada pukul 16.00 melalui aplikasi Zoom.

Pesantren Virtual Ramadhan MAHYA mengangkat tema pembahasan kitab “An-Afahat Ar Romadhoniyah” karya Habib Muhammad bin Abddulah Al Haddar yang dibawakan oleh Ustadz Muhammad Yusuf Aidid, M.Pd, .Si.

Habib Muhammad bin Abddulah Al Haddar merupakan ulama kelahiran Yaman tahun 1340 H/1921 M. Beliau menimba ilmu dari ulama-ulama mashyur diantaranya Habib Abdullah bin Umar As-Syathiri, pendiri Pondok Pesantren Ribath, Tarim, yang telah menghasilkan ribuan ulama dan santri ke seluruh pelosok dunia Islam.

“Habib Muhammad menempuh pendidikan 4 tahun di Ribath dan menjadi salah satu murid yang mendapatkan kepercayaan dari sang guru untuk menggantikan posisinya tatkala sang guru berpergian keluar Yaman,” ujar Ustadz Yusuf Aidid yang juga menjadi dosen Agama Islam di Universitas Indonesia.

Kitab “An-Afahat Ar Romadhoniyah” sendiri menurut Ustadz Yusuf Aidid membahas tentang keutamaan-keutamaan Bulan Ramadhan, sehingga relevan dikaji di tengah ibadah puasa Ramadhan yang sedang dijalani umat Islam.
Di tempat terpisah, Sekretaris Jenderal MAHYA, Hafidz Alatas, mengungkapkan kegiatan pesantren Virtual Ramadhan sebetulnya kegiatan rutin MAHYA di bulan Ramadhan. “Setiap tahun MAHYA melakukan secara offline di Kantor MAHYA di bilangan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Namun untuk tahun ini, dilaksanan secara online atau virtual karena aturan PSBB dari Pemerintah,” ujarnya.
Hafidz Alatas menambahkan, selain sebagai kegiatan rutin lembaga, kegiatan ini juga merupakan diseminasi karya-karya Tokoh Alawiyin.

Menurutnya, para tokoh Alawiyin memiliki sumbangsih yang teramat besar bagi perkembangan Islam melalui peninggalan karya tulis baik berupa manaqib, catatan perjalanan (rihlah), maupun karya-karya lainnya. “Jadi ini juga bagian dari cara MAHYA melestarikan karya-karya mereka,” pungkasnya.
Pesantren Virtual Ramadhan rencananya akan dilakukan dua kali dengan tema berbeda.

Sebelum Ramadhan berakhir, MAHYA berencana mengangkat kitab karya Tokoh Alawiyin terdahulu yang membahas tentang puasa.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *