Aceng Nasir : Antara Musibah Dan Berkah

FOKUSATU-Yang Menduduki jabatan Saat ini Baik Sebagai Presiden, Gubernur, Bupati,Camat,Lurah, RW,RT juga Para Legislator baik tingkat Pusat maupun daerah adalah Mereka yang Beruntung Sekaligus yang Merugi.

Disebut beruntung apabila Mereka yang mendapatkan amanah adalah benar-benar dalam setiap kebijakannya adalah untuk kepentingan masyarakat mengambil momentum terbaik untuk menyelamatkan rakyat dari musibah ini, tentu menjadi ladang pahala yang berlipat terlebih di bulan romadhon ini.

Namun siapakah Yang Merugi? Adalah mereka yang mendapatkan amanah namun ia khianat dengan memanfaatkan Musibah bukan untuk kepentingan masyarakat atau rakyatnya namun kepentingan Pribadi, keluarga atau orang terdekatnya. Bahkan kebijakan-kebijakannya jauh daripada harapan masyarakat secara umumnya bahkan di kategorikan merugikan kepentingan khalayak banyak. Jika ada pejabat tingkat manapun dan dalam posisi apapun berperilaku seperti itu seolah mengais berkah dari musibah sesungguhnya ia sedang menggali kuburnya sendiri. Karena setiap Pemimpin dipertanggungjawabkan atas apa yang di pimpinnya.

Semoga musibah Pandemi Covid 19 ini terlebih di momentum Romadhon yang Sangat agung bagi umat Islam dijadikan muhasabah diri serta peningkatan kualitas ibadah mahdoh maupun ibadah ghoir mahdoh

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan” (QS. Al-Baqarah: 155).

Mengapakah kami harus diuji dengan wabah corona seperti ini?

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan:”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?”(QS. Al-Ankabut:2)

Untuk apa sesungguhnya ujian ini, ya Allah?

“Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa (seseorang) kecuali dengan izin Allah; barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk ke dalam hatinya.(QS. At-Taghabun:11)

Namun, mengapa harus terjadi pada kami?

“Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta” (QS. Al-Ankabut: 3)

Darimana datangnya musibah ini ya Allah?

“Dari mana datangnya ini?” Katakanlah: “Itu dari dirimu sendiri” QS. Ali Imran:165

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (QS. Al-Baqarah: 286)

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (QS. Ali Imran: 200)

Insyaalloh jika kita bersabar, bertawakkal kepada Alloh apapun dan seberat apapun ujian maka akan ada jalan keluarnya.
Mereka yang menduduki jabatan setinggi hingga serendah apapun semua dalam ujian dengan jabatannya, mereka yang di berikan kelebihan rejeki maupun yang diberikan kekurangan pun sama sedang di berikan ujian, mereka yang sedang sehat maupun sakit juga sama sedang di berikan ujian.
Manusia yang hidup adalah manusia yang tidak lepas dari ujian kehidupannya sungguh ini adalah bagian dari metamorfosa ujian mustaqbal baid yaitu masa yang akan datang masa dimana pertimbangan amal dan kebaikan kita dari fase pertanggungjawaban hidup yang sangat fana ini dalam menghadapi berbagai ujian. Mari persiapkan diri untuk menghadapi masa itu dimana tak ada lagi ujian namun masa dimana kita mempertanggung jawabkan segala apa yang di amanahkan oleh Alloh SWT.
Wallohu A’lam

Penulis
Alfaqir
Aceng A Nasir : Ketua Karukunan Tatar Sunda(KTS).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *