Tentang Hujan

FOKUSATU-Salah satu ayat yang menyinggung hujan ada dalam Al Qur’an surat Az-Zukhruf ayat 11.

وَالَّذِي نَزَّلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً بِقَدَرٍ فَأَنْشَرْنَا بِهِ بَلْدَةً مَيْتًا ۚ كَذَٰلِكَ تُخْرَجُونَ

Artinya: Dan Yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu Kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).

Ayat lain yang menyinggung hujan dapat ditemukan dalam Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 10:

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً ۖ لَكُمْ مِنْهُ شَرَابٌ وَمِنْهُ شَجَرٌ فِيهِ تُسِيمُونَ

Artinya: Dialah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu.

Dengan ayat tersebut, tidak ada keraguan pada muslim untuk mengakui hujan adalah ciptaan Allah SWT. Hujan adalah bukti kuasaNya menciptakan dan memelihara semua makhluk yang ada di bumi.

Peristiwa hujan juga disinggung dalam berbagai hadist. Sabda Nabi Muhammad SAW menjelaskan hujan adalah rahmat dan Anugrah dari Allah SWT.

Seperti dikisahkan Zaid bin Khalid Al-Juhaini Radhiallahu ‘anhu (RA), saat itu Rasulullah SAW sedang mengimami sholat subuh di Hudaibiah setelah malamnya turun hujan. Usai sholat, Nabi Muhammad SAW menghadapkan wajahnya kepada pada para jamaah dan bersabda,

“Tahukah kalian apa yang sudah difirmankan oleh Rabb kalian?”

Para jamaah kemudian menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.”

Nabi Muhammad SAW kemudian bersabda, “(Allah berfirman) Pada pagi hari, di antara hambaKu ada yang beriman kepadaKu dan ada yang kafir. Siapa yang mengatakan: (doa di atas), maka dia beriman kepadaku dan kufur terhadap bintang-bintang. Sedangkan yang mengatakan ‘Muthirna binnau kadza wa kadza’ (Kita diberi hujan karena sebab bintang ini dan ini), maka dia kufur kepada-Ku dan beriman pada bintang-bintang.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadist ini menjadi pernyataan tegas bagi siapa saja yang menganggap hujan bukan berasal dari Allah SWT. Hujan adalah karunia dari Tuhan Yang Maha Esa, sehingga yang punya anggapan lain bisa dikatakan kafir.

Hadist lain terkait hujan berasal dari Ibnu Mas’ud RA. Dalam hadist ini, curah hujan disebutkan sama tiap tahunnya.

“Tidak ada tahun yang lebih sedikit curah hujannya daripada tahun yang lain,” (HR. Baihaqi dalam Sunan Al-Kubra).

Al-Azizi dalam bukunya mengatakan, hadist ini sebetulnya bersifat lemah atau dha’if. Namun ahli geologi yang juga ilmuwan muslim Zaghlul An-Najjar menganggap, hadist tersebut menggambarkan pengetahuan yang lebih luas dari ilmu pengetahuan modern pada masa itu.

Hasilnya, hadist ini tetap menjadi acuan dalam berbagai penelitian modern meski dianggap dha’if. Riset modern akhirnya membuktikan jumlah air di dunia selalu sama, tidak perbah lebih atau berkurang. Jumlah air yang menguap sama dengan yang turun ke bumi menjadi hujan.

Berdoalah di kala Hujan ..!!
Terus bersyukur apa yang di berikan Allah SWT.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *