Wah KPK Sebut Ada Nama Baru Terlibat Korupsi E-KTP

FOKUSATU – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bakal ada tersangka baru dalam kasus korupsi e-KTP selain Setya Novanto. Akan tetapi, tersangka baru tersebut bukan dari kalangan birokrat maupun pejabat negara, melainkan dari klaster swasta.

Hal itu diungkap Waki Ketua KPK Laode M Syarif di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (29/12). Laode menegaskan, penydikan terkait kasus korupsi yang merugikan negara sebesar Rp2,3 triliun itu tidak berhenti. Sebaliknya, prosesnya masih terus berjalan dan tak menutup kemungkinan akan mengungkap tersangka baru.

“Saya belum bisa konfirmasi tentang penyidikan E-KTP, tapi proses penyelidikan yang berhubungan dengan E-KTP sedang berlanjut,” ujarnya.

Laode menekankan, saat ini pihaknya terus mendalami penyelidikan di dua klaster yaitu swasta dan negara.

“Dua-duanya. Ada swasta dan negara. Tapi ini berlanjut seperti saya sudah katakan berkali-kali, bahwa kasus E-KTP bukan lari jarak dekat tapi marathon. Masih banyak,” lanjutnya.

Namun, Laode mengakui, dari dua klaster itu, tersangka baru akan didapatkan dari klaster swasta.

“Sebagai hadiah ultah mungkin dari pihak swasta,” tukasnya.

Untuk diketahui, hingga kini lembaga antirasuah itu sudah menetapkan sejumlah tersangka, baik dari kalangan swasta maupun pejabat negara. Diantaranya, Irman dan Sugiharto, Andi Agustinus (Andi Narogong), Markus Nari, Anang Sugiana Sudihardjo dan yang terakhir mantan Ketua DPR RI Setya Novanto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

53 − 49 =