Ini Yang Diucapkan Pemilik First Travel Saat Muncul Di Ruang Sidang

FOKUSATU – Suara riuh obrolan para kreditur First Travel tiba-tiba terhenti. Seluruh calon jemaah sebagai menoleh ke pintu kanan depan, akses masuknya Direktur First Travel, Andika Surrachman dan Aniesa Hasibuan.

Akhirnya pukul 10.43 WIB, yang ditunggu-tunggu datang juga. Namun tidak ada tindakan rusuh atau anarkis yang dilakukan oleh para kreditur yang sudah menunggu sejak pukul 08.30. Wajah kreditur menandakan tidak percaya akhirnya dapat secara langsung bertemu dengan orang yang selama ini ditagih sekaligus diolok-olok.

Kreditur First Travel terdiri dari calon jamaah, vendor, dan agen. Dua Direktur PT First Anugerah Karya Wisata itu duduk di kursi debitur didampingi oleh kuasa hukum mereka, Damba Akmala.

Andika mencoba menyalakan pengeras suara di depannya. Dengan suara tegas tapi lirih, suami Anniesa itu memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh kreditur. “Tolong, kami dibukakan pintu maaf,” katanya dalam rapat kreditur First Travel di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, Selasa (5/12/2017).

Dia menyatakan bersikeras mencapai perdamaian dengan para kreditur dalam proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU). Menurut dia, hanya dengan perdamaianlah dia bisa membuktikan dapat memberangkatkan jamaah.

Pernyataan ini sontak direspons para kreditur dengan jawaban Amiin. Dalam kedatangannya di rapat kreditur, Andika dan Anniesa memohon diberi kesempatan untuk melunasi seluruh kewajibannya.

Di tengah-tengah Andika memberikan pernyataan, Anniesa terlihat menangis tersedu. Beberapa kali dia menyeka air matanya dengan tisu yang tak pernah lepas dari tangannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

+ 10 = 14