Cerita Pengemudi Ojek Online Pengantar Dokter Penembak Istri

FOKUSATU – Rahmatsyah Nasution tidak menyangka bahwa dirinya akan menjadi orang yang mengantarkan dokter H untuk mengakhiri nyawa istri sang dokter pada Kamis (9/11/2017) lalu.

Pria yang berprofesi sebagai driver ojek online itu mengungkapkan hal ini ketika ikut dalam gelar prarekonstruksi yang dilaksanakan di Mapolda Metro Jaya. Rahmat bercerita, awalnya dia bertemu dengan H di sekitar Kantor Wali Kota Bekasi setelah mendapat orderan dari aplikasi ojek online.

Sesuai dengan pesanan yang tertera pada aplikasi, H minta diantarkan ke Klinik Azzahra, Jl. Dewi Sartika, Jakarta Timur. Tak sedikitpun terbesit dalam benaknya saat itu bahwa pria yang dia antar itu membawa dua pucuk senjata. Senjata itu yang kemudian melontarkan enam butir timah panas yang mengakhiri nyawa seseorang.

“Di jalan dia diem aja, kalau dia ngomong mau nembak yah saya kaburlah,” katanya, Senin (13/11/2017).

Rahmat juga mengaku kaget ketika dia mendengar suara tembakan dari klinik. Saat itu, menurutnya, posisi dia sedang berada di parkiran. Setelah mendengar tembakan, dokter H kembali meminta diantar. Kali ini, dokter H menuju ke kantor polisi untuk menyerahkan diri.

Sampai di Polda H juga sempat meminta untuk ditunggu karena menurutnya dirinya tak akan lama. Namun, sejak saat itu, H tak lagi kekuar dari tahanan Polda Metro Jaya kecuali untuk keperluan penyidikan.

“Kaget saya kok itu penumpang saya. Ya kaget, orang kan teriak. Habis nembak dia ngomong ‘Ayok Pak ke Polda, saya mau menyerahkan diri’,” kisah Rahmat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

57 + = 66