Jabat AHY untuk Prajurit TNI Pengawal Debat Pilkada

WARTAHOT – Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut satu Agus Harimurti Yudhoyono tampak tak ingin berlama-lama berada di arena debat terbuka jilid dua di Hotel Bidakara, Jumat (27/1).

Tak lama setelah melayani awak media, Agus berserta Sylviana Murni langsung bergegas menemui para pendukungnya yang sedari awal sudah menyanyikan yel-yel dukungan.

Berjalan beriringan dengan para pendukung yang menonton di dalam arena, Agus dan Sylvi lantas melalui barikade prajurit TNI yang memang diperbantukan untuk melakukan pengamanan.

Ada sekitar 20-an personel militer yang berdiri berjajar seakan memberi jalan untuk Agus dan Sylvi dari lobby arena debat ke pelataran parkir.

Entah apa yang ada di pikiran Agus saat melihat pasukan TNI itu, tapi tiba-tiba dia menghampiri dan meraih tangan para prajurit tersebut untuk berjabat tangan.

Mungkin saja, Agus teringat masa-masa di mana dia masih menjadi anggota tentara sebelum akhirnya memutuskan keluar dan beralih ke dunia politik mengikuti jejak sang ayah, Susilo Bambang Yudhoyono, dan sang adik, Edhie Baskoro Yudhoyono.

Selama 16 tahun berkecimpung di dunia militer, Agus sudah mengecap banyak pengalaman termasuk menjadi bagian dari pasukan perdamaian yang ditugaskan ke Libanon.

Jabatan terakhirnya sebelum melepas atribut militer adalah Komandan Batalyon Arya Kamuning 203 dengan pangkat Mayor Infantri dan melati tiga di pundaknya.

Tak hanya satu dua prajurit yang disalami Agus, tapi hampir 20 prajurit yang berdiri berjajar itu disalami diraih tangannya.

Tak ada satu patah katapun yang keluar dari mulutnya saat menyalami pasukan TNI tersebut. Hanya rona senyum yang diperlihatkan saat menatap mata para prajurit tersebut sembari menjabat tangan mereka semua.

Bisa jadi, saat melihat prajurit TNI di Hotel Bidakara dia sekalian mengenang masa lalu saat dia masih bertugas membela negara. Namun itu semua harus dia lepaskan karena dia memutuskan untuk bergelut di dunia politik dan bertarung di Pilkada 2017 di DKI Jakarta.

Apakah keputusannya keluar dari dunia militer akan berakhir bahagia atau tidak akan diketahui jawabannya saat proses pemilihan dilakukan pada 15 Februari 2017. Dia pun mengingatkan seluruh tim pemenangannya untuk benar-benar bekerja keras agar dirinya dan Sylvi bisa meraih hasil terbaik di Pilkada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 1 = 1