PT Freeport Indonesia Menipu Rakyat

WARTAHOT – Freeport sudah menipu masyarakat Indonesia, tegas Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtar Tompo. Freeport selalu mendapat keleluasaan ekspor mineral mentah. Sementara smelternya belum juga terbangun. Pemerintah Jokowi sendiri sudah lima kali memberi perpanjangan izin ekspor tersebut. Freeport ini sudah lama melanggar, tapi selalu terjadi pembiaran.

Tidak hanya menipu rakyat, regulasi energi sering dilanggar. Perusahaan asing ini sering mengekspor mineral mentah tanpa pengolahan di dalam negeri melalui pabrik pemurnian (smelter). Freeport sendiri selalu beralasan pembangunan smelter sedang dalam pengerjaan. Selain melakukan penambangan, juga melakukan kegiatan ekspor.

Di Era Pak Hatta Rajasa, kontrak karya dengan PT.Freeport ini diperpanjang secara politis menunggu niat baik Freeport. Makanya diperpanjang dengan berbagai syarat.

Di Era Pemerintahan Jokowi ini, sambung Mukhtar, perpanjangan izin ekspor sudah lima kali. Padahal, sudah ada batas waktu yang diberikan selama satu tahun untuk membangun smelter sejak kesepakatan dibuat pada tahun 2012 dan akan berakhir pada 12 Januari 2017. Freeport tak diberi tindakan apa pun.

 

Setiap kali rapat dengan Komisi VII, Freeport selalu beralasan pembangunan smelter sedang dilakukan. “Rupanya setelah saya fokus dengan menanyakan beberapa poin, jawabannya membuat saya dan teman-teman lain kaget. Kesimpulan saya, Freeport tidak serius dan tidak konsisten.  (Tjo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 5 = 1