Majlis Hikmatul ‘Ilmi Sayyid Yusuf Aidid

FOKUSATU-Pemuda-pemudi milenial membutuhkan bimbingan spiritual agar menjadi generasi penerus bangsa yang cinta agama dan negara. Jika mereka tidak ada bimbingan tersebut maka mereka akan menjadi benalu di masyarakat.

Adapun media bimbingan tersebut yang sedang menjamur di Jakarta adalah majelis dzikir dan taklim. Salah satu majelis dzikir dan taklim yang fokus dengan pembinaan pemuda-pemudi tersebut ialah Majelis Hikmatul ‘Ilmi pimpinan Sayyid Muhammad Yusuf Aidid, S.Pd, M.Si. Team media berhasil menghubungi beliau yang juga sibuk mengajar agama Islam di Universitas Indonesia dan PNJ, terkait masalah majelis taklim tersebut.

Mengapa Pak Sayyid Yusuf mendirikan majelis taklim dan dzikir di sela-sela kesibukan bapak?
Saya mendirikan majelis dzikir dan taklim Hikmatul ‘Ilmi khusus pemuda agar mereka sadar bahwa ada batasan-batasan dalam hidup dalam agama. Ketika mereka tidak tersentuh dengan ilmu agama maka kedepannya mereka akan menjadi generasi gagal.

Apa yang pak Sayyid Ajarkan di dalam Majelis Taklim tersebut?

Yang saya ajarkan kepada mereka cinta Allah dan Nabi Muhammad melalui media dzikir dan shalawat. Selain itu saya ajarkan pula fiqih dasar dan tasawuf praktis agar mereka mengerti hukum agama dan adab dan sopan santun di dalam lingkungan.

Kenapa nama majelis pak Sayyid dinamakan Majelis Hikmatul ‘Ilmi?

Hikmatul ‘Ilmi artinya rahasia ilmu. Tentunya disini yang dimaksud ilmu agama. Maka tidaklah pemuda yang duduk di majelis tersebut kecuali pulang membawa ilmu agama dan mengajarkan lagi pada lingkungannya.

Berapa umur rata-rata yang ikut dalam majelis pak Sayyid?

Sekitar umur 10-25. Karena umur tersebut adalah masa yang mudah dalam menyerap ilmu agama.

Sayyid Yusuf juga menambahkan bahwa majelis taklimnya baru berdiri dua tahun dan dihadiri juga mahasiswa-mahasiswa. Semoga Majelis Hikmatul ‘Ilmi terus berkibar dalam mengayomi dan membimbing pemuda-pemudi Jakarta. Aamiiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *