Agus Fatah : Antara Aktor Teater Dan Storyteller

FOKUSATU-Apa hubungannya antara aktor teater dan Storyteller (pendongeng)?. Jawabannya adalah hubungan mereka baik baik saja. Bahkan lebih dari itu, hubungan antara keduanya saling mendukung dan menguatkan. Kok bisa, izinkan saya membahasnya.

Dahulu ada seorang aktor teater yang kemudian menjadi pendongeng profesional. Karena latar belakang teaternya yang kuat maka setiap dongeng yang dibawakannya selalu menarik perhatian audience. Kemampuannya berakting membantunya menguasai panggung, blocking, timing, klimak.
Bahasa tubuhnya yang lentur, olah vokal prima dan penghayatannya yang optimal pada setiap dongeng yang ia bawakan membuatnya selalu tampil memukau dihadapan audience.

Suatu saat disela-sela latihan teater, kepada para anggota teater yang dibimbingnya sang aktor ini berkata:

“Jika kalian ingin terus berteater sepanjang hidup kalian, maka jadilah pendongeng”.

” kok harus jadi pendongeng, mas? “,

“Karena dengan mendongeng sesungguhnya kalian sedang bermonolog dan monolog adalah bagian dari seni pertunjukan teater. Dengan mendongeng kalian tidak tergantung kepada lawan main untuk berakting, bahkan dengan mendongeng kalian mampu meningkatkan kemampuan berakting”, demikian ungkap sang aktor.

Pesan dari sang aktor tersebut masih diingat terus hingga hari ini oleh salah seorang muridnya yang kini menjadi pendongeng.
Siapakah aktor teater hebat tersebut yang kemudian menjadi pendongeng professional dan banyak melahirkan pendongeng pendongeng muda berbakat.

Beliau adalah aktifis Teater Ketjil pimpinan Arifin C. Noor, sesekali beliau juga ikut ambil bagian di pementasan Teater Satu Merah Panggung pimpinan Mbak Ratna Sarumpaet. Tokoh kita ini adalah adalah pendiri Teater Camuss Universitas Islam As-Syafi’iyah, aktifis Home Education, pendiri Rumah Dongeng Indonesia. Beliau tinggal di Jogja dan aktif mendongeng serta mengkader para pendongeng muda berbakat.

Beliau adalah almarhum Kak Wees Ibnu Say (Kak Wahidus Syurur bin Muhammad Sayidi).
Almarhum Kak Wees adalah pendongeng idealis yang ditahun 1997 menyelenggarakan event akbar : “Pekan Dongeng Nusantara” di Bumi Perkemahan Ragunan Jakarta Selatan. Event tersebut diselenggarakan oleh Rumah Dongeng Indonesia (RDI) sebuah lembaga yang peduli pada pengembangan potensi kreatif anak Indonesia. RDI didirikan dikelola oleh kak Wees dan Mbak Lusi ( istri Kak Wees). Pekan Dongeng Nusantara tersebut dihadiri oleh para pendongeng dari berbagai daerah di Nusantara dan mendapat liputan dari media Nasional.
Kak Wees adalah pendongeng, pendidik, sekaligus aktifis militan dunia anak yang berdiri pasang badan menolak eksploitasi anak demi berbagai kepentingan.

Kak Wees adalah pendongeng sekaligus aktor handal. Bagaimana beliau mengambil teknik muncul sebagai point of interest, sehingga membuat audience ingin mengalir bersama alur cerita, sedangkan alur selalu diramu dalam dramaturgi yang apik, mulai dari awal, permulaan konflik, klimaks, hingga peleraian, membuat audience ternganga dan tanpa sadar mengembara ke alam imajinasinya.
Singkatnya, kak Wees selalu berhasil membangun kerajaan imajinasi di benak anak-anak. Sebuah kerajaan imajinasi kreatif yang akan menjadi bibit jiwa inovatif.

Kepergian Kak Wees untuk selama-lamanya meninggalkan anak, istri, keluarga, tetangga, sanak saudara, sahabat dan anak-anak Indonesia untuk menghadap Allah SWT tentu membuat kita semua merasa kehilangan. Kehilangan seorang guru sekaligus sahabat hebat yang kehadirannya selalu menginspirasi.

Kak Wees telah pergi untuk selamanya ( wafat di Bogor 26 November 2015), tapi semangat, cinta dan idealismenya tidak boleh pergi. Kita harus melanjutkan dan memperjuangkannya: membahagiakan anak anak Indonesia dengan dongeng – dongeng yang indah penuh makna, imajinatif dan inspiratif, mencintai anak-anak dimanapun mereka berada dan menolak berbagai kepentingan yang mengeksploitasi anak-anak Indonesia.

“aku tak punya apa-apa, tapi aku punya cinta, aku ingin punya apa-apa, tapi aku ingin tetap punya cinta” ( Kak Wees Ibnu Say, 20 April 1958 – 26 November 2015).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *