Prof Henri Subiakto: Kreativitas Di Butuhkan Di Masa Pandemi

FOKUSATU-Prof Henri Subiakto,staf ahli Kominfo, dalam paparan nya beliau katakan pembiasan baru sebagai keniscayaan , virus covid-19 memaksa kita untuk merubah kebiasaan menjadi pembiasaan baru.

Work from anywhere, pembelajaran online menjadi budaya baru, oleh karena nya sekolah sekolah terapkan sistem pembelajaran jarak jauh(PJJ) dan guru guru pun harus berkreasi dalam pembelajaran online ini.

Aktivitas ekonomi dan sosial harus jalan, tidak bisa kita tunggu, semoga virus covid-19 hilang dan kita bisa berkegiatan normal lagi.

Dalam masa pandemi ini kita harus kreatif, bisa lebih survive saat keadaan sulit dan bisa selesaikan persoalan.

Diantara cara membangkitkan kreativitas yakni selalu positif thinking,jika ada ide di tulis,selalu mencari solusi atau sesuatu yang berguna,tak enggan bertanya komitmen pada diri sendiri,buat planing dan take action serta sibukkan diri terus bergerak.

Banyak konten di berbagai kanal komunikasi yang dibuat secara kreatif dengan memanfaatkan kearifan lokal setempat. Maksudnya, narasi yang dibangun pemerintah diterjemahkan dalam bahasa daerah. Dengan tujuan, masyarakat dapat terpengaruh secara langsung untuk mematuhi setiap kebijakan pemerintah terkait dengan penangan virus tersebut.

“Bikin meme ini yang pakai bahasa Jawa, Madura dan lain sebagainya sesuai dengan kearifan lokal suatu daerah,” katanya.

Di sisi lain, dengan menggunakan kreativitas yang tinggi pada saat pandemi, lanjut Henri, masyarakat juga bisa membuat peluang yang baru dalam berbagai sektor, khususnya perekonomian. Sehingga, masyarakat dapat mendapatkan uang tambahan dengan melalui kreativitasnya.

Banyak orang yang saat ini menggunakan kreativitasnya untuk berkarya dalam dunia maya. Muncul banyak peluang-peluang yang baru di dalam dunia maya, kala pandemi ini membatasi antar individu melakukan komunikasi tatap muka secara langsung selama masih mewabahnya virus ini.
Tutup Prof Henry di acara Webinar yang di gelar kominfo dan DPR RI yang bertemakan”Membangun masyarakat sadar informasi, mewujudkan harmonisasi melalui budaya kearifan lokal di era adaptasi kebiasaan baru” , Jumat/14 Agustus 2020.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *