H M Farhan : Pentingnya Peran Kearifan Lokal Dalam Menangkal Disinformasi

FOKUSATU-Direktorat Jendral IKP Kementrian Informasi dan Komunikasi dan DPR RI menggelar Webinar 

Bertemakan :
“Membangun Masyarakat Sadar Informasi, Mewujudkan Harmonisasi
Melalui Budaya Kearifan Lokal di Era Adaptasi Kebiasaan Baru”, kegiatan ini melalui
Zoom Cloud Meeting,
Pada hari Jum’at, 14 Agustus 2020

Dengan Menghadirkan Narasumber:
H. Muhammad Farhan, SE. (Anggota Komisi I DPR RI),Prof. Henri Subiakto (Staf Ahli Menteri Kominfo RI),dan
Chepy Aprianto, M.Ikom (Tokoh Pemuda).

Dalam paparan nya H Muhammad Farhan menyikapi fenomena hoak dan teori konspirasi, keduanya berpengaruh kepada kepercayaan masyarakat yang turut mengikis akibat imbas dari keberadaan informasi yang ada ,kita harus proporsional,maka saat ini masyarakat harus bisa tingkatkan literasi informasi dengan memulai dengan Kenali judul,cek fakta,cermati alamat situs dan cek keaslian poto.

Lebih lanjut dikatakan Farhan, Faktor teori konspirasi populer,konspirasi memberikan rasa kontrol pada hal yang tidak terkontrol.

Konspirasi mengafirmasi bias, memanfaatkan kerentanan masyarakat terhadap bias konfirmasi
dan Konspirasi ekspresi dari narsisme.

Teori konspirasi tidak hanya menyergap kaum marjinal, tapi juga menyerang kelompok yang berpendidikan dan golongan berkelas.

Seberapa berbahayakah teori konspirasi?
Para peneliti di Universitas Munster, Jerman menyimpulkan bahwa penyebaran teori konspirasi merupakan ancaman nyata.

Media alternatif dapat berkontribusi pada kebingungan publik dengan membangun pandangan dunia yang kontradiktif yang mencurigai dan mempertanyakan setiap pernyataan resmi.

Kearifan lokal sangat berperan penting dalam menangkal disinformasi yang beredar di tengah masyarakat. Pentingnya adat dalam berkomunikasi bisa menghilangkan masifnya penyebaran berita-berita yang membingungkan.

“Masyarakat juga harus bisa mengendalikan diri dan mampu menahan untuk tidak mengamini suatu berita, sebelum kebenarannya terkonfirmasi secara utuh,” kata Farhan.

Ia pun meminta agar masyarakat, khususnya para generasi muda untuk tidak mudah percaya terhadap berita-berita yang belum terkonfirmasi.

Menurut dia, ada beberapa media yang bisa dijadikan rujukan dan sudah jelas terkonfirmasi seperti TVRI, Antaranews dan lainnya.

Ia menyebut bahwa berita-berita hoaks bisa membuat kecemasan di tengah masyarakat. Bahkan, pandemi pun bukan hanya berdampak pada kesehatan dan ekonomi, tetapi berdampak kepada psikologis.

Lebih lanjut menurutnya, ada hal yang paling hangat adalah teori konspirasi mengenai kebenaran Covid-19.

“Beberapa masyarakat dibuat bingung dan kepercayaannya mulai terkikis,”.

Jadi mari kita sama sama menangkal berita hoak atau Disinformasi yang beredar di masyarakat, tutup Farhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *