Agus Fatah : Fun Learning

FOKUSATU-Hari ini dan beberapa bulan ke depan sepertinya para orang tua masih akan mendampingi anak-anak nya belajar di rumah sebagai upaya mencegah penyebaran Covid 19 yang sampai hari ini masih menjadi kekuatiran bersama. 

Belajar dirumah harus dijadikan kesempatan bagi para orang tua untuk mengetahui lebih dalam karakter dan gaya belajar anak-anaknya.
Belajar dirumah adalah kesempatan bagi para orang tua untuk membangun hubungan emosional yang sehat dan kuat, sehingga terbangun kedekatan, kelekatan dan kehangatan hubungan orang tua dengan anak.

Dalam pendidikan Islam dikenal konsep :
“Ibu adalah guru pertama dan utama anak, sedangkan ayah adalah direktur sekolahnya”. ( Al-Ummu madrosatul ulaa wal abaau mudiiruhaa).
Guru (ibu) dan direktur sekolah (ayah) harus bekerja sama agar dapat menghasilkan proses belajar mengajar yang menarik, menyenangkan dan menantang bagi anak.

Ayah-bunda harus duduk bersama merancang program pembelajaran yang kreatif, unik, menarik, menyenangkan sekaligus menantang sehingga anak anak mempunyai kesan dan pengalaman yang tak kan terlupakan bahwa belajar dirumah itu menyenangkan dan ayah-bundaku adalah guru yang hebat.
Dalam belajar anak anak membutuhkan keamanan, kenyamanan tantangan, pengakuan dan penghargaan.

Berdasarkan hal-hal tersebut diatas maka orang tua perlu merancang program-program pembelajaran yang aktif, inspiratif, kreatif, bermakna, menantang dan menyenangkan.
Belajar di rumah adalah kesempatan sekaligus tantangan bagi para orang tua untuk mengembalikan peran keluarga (ayah-bunda) yakni, menyiapkan generasi yang bertaqwa, cerdas dan bermanfaat bagi ummat: muttaqiin : muhsiniin (QS : Al-Furqon : 74).

Berikut ini adalah beberapa
contoh rancangan program pembelajaran di rumah yang menyenangkan (Fun Learning):

1. Olahraga : senam. minta anak jadi instruktur senam, ayah bunda memberi contoh terlebih dahulu atau bersepeda melintasi perkampungan dan hutan kota.
2. Sholat duha, membaca quran dan mentadabburinya, dipandu ayah atau bunda.
3. Inspirasi pagi : berkisah tentang Nabi, sahabat, ulama, ilmuan, panglima perang pasukan kaum muslimin dan orang-orang sholeh, mendongeng atau bercerita tentang serunya masa kecil ayah-bunda)
4. Kreatifitas : menulis pantun, puisi, cerita, melukis, membuat buku keluarga (biodata keluarga dan famili tree), membuat katalog daun dan serangga, membuat karya kerajinan tangan (handycraft), menjahit manual, fun cooking, membuat dan memainkan mainan dan permainan tradisional: main tebak-tebakan, petak umpet dan lain sebagainya.
4. Membaca atau membacakan buku, membaca puisi, pantun, kata mutiara (qoute).
5. NOBAR : Nonton Bareng film yang mendidik (education movie) dan inspiratif.
6.Kerja bakti atau gotong royong: bersih-bersih rapih-rapih rumah, kendaraan dan halaman.
7. Berkemah dirumah atau di halaman : buat tenda dari kardus, atau gunakan sprei, selimut, kain dll.
8. Berkebun: hidroponik: sayur, buah dan bunga.
9. Membuat aquarium atau kolam kecil.
10 . Membuat dan mengirim surat atau hasil karya anak ke kakek, nenek, om dan tante diluar kota.
11. Mengenal peta dan globe, ajak anak berimajinasi keliling nusantara dan dunia: mengenal budaya, adat istiadat, tempat bersejarah, tempat wisata, makanan khas daerah setempat dan lain sebagainya.
12. Melakukan percobaan sains dengan benda dan alat-alat sederhana
13. Bermain peran (sandiwara), panggung boneka, pantomim dll.
14. Berbagi makanan, minuman ke tetangga atau kepada mereka yang membutuhkan (panti asuhan, pedagang keliling, pak satpam dll).
15. Sholat berjamaah, berdoa dan tausiah: minta anak bertausiah untuk orang tua, orang tua memberi contoh sebelumnya

Selamat mencoba, insya Allah seru, menarik, bermakna, menantang dan menyenangkan dan membahagiakan. Bahagia itu sederhana, belajar bersama keluarga di rumah itu bahagia dengan syarat dirancang bersama secara seksama. Karena keluarga begitu berharga, mari siapkan pembelajaran yang bermakna. Happy family, happy learning. Baarokallah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *