Agus Fatah : AN NAHL Ecopark Gelar Urban Farmer Meet And Share Batch 1

FOKUSATU– Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka Soft Launching AN NAHL Ecopark. Event tersebut dihadiri oleh Ibu Dina Saptanti selaku Direktur Operasional dan Marketing AN NAHL Islamic School, Ms. Meera (Kepala Sekolah SMP AIS), Ibu Een beserta rombongan dari Kampung Ramah Lingkungan “Cinta” Ciangsana, para guru dan walimurid AIS, Pak Fahmi dari Say Moo Ranch Bandung, Mr. Khoir dari LSM KEHATI, Uncle Ardi dan Om Adam dari Sekolah Citra Alam Ciganjur Jakarta Selatan serta para tamu dan undangan lainnya.

Pertemuan para penggiat pertanian kota tersebut dibuka dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh kang Isman yang mengajak para peserta untuk membaca surah An-Nahl ayat 1-10 bersama-sama. Kemudian acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Mr. Agus selaku pengelola AN NAHL Ecopark. Dalam sambutannya beliau mengucapkan terima kasih atas kehadiran para peserta dan pembicara serta menjelaskan keberadaan AN NAHL Ecopark yang berfungsi sebagai ruang pengalaman bagi siapa saja yang ingin belajar mengenal flora dan fauna dan turut serta menjaga kelestarian keanekaragaman hayati di dalamnya

Menuntut Mr. Agus, AN NAHL Ecopark juga berfungsi sebagai wahana edukasi, hiburan dan spritual. Ada banyak program ditawarkan oleh AN NAHL Ecopark Ecopark antara lain : Gardening, Swimming, Camping, Horse Riding, Fun Fishing, Fun Bike, Outbound, Gel Blaster, panahan, lintas desa, wisata petik buah, kajian di alam (Tadabbur Alam dan Quran) dan event lainnya.

Urban Farmer Meet And Share Batch 1 yang mengangkat tema “Rumah Ramah Alam” menghadirkan 2 orang pembicara yaitu Ibu Dyah Mulatsih dan Ibu Agustiana. Acara tersebut dipandu oleh Mr. Syarief selaku Kepala Program Pengembangan AN NAHL Ecopark.

Dalam paparannya yang membahas tentang rumah minim sampah, Ibu Dyah Mulatsih menyampaikan bahwa setiap orang harus bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkannya dengan cara 3 AH: CEGAH, PILAH dan OLAH. Dengan melakukan hal tersebut berarti kita telah bertanggung jawab terhadap sampah kita. Lebih lanjut Bunda Salman, begitu beliau di sapa, mengatakan bahwa peduli lingkungan dengan cara mencegah, memilah dan mengolah sampah adalah bagian dari pilar ketaqwaan kita sebagai seorang muslim.

Sementara Ibu Agustiana (Bunda Audra), mengatakan bahwa kalau ingin berkebun tidak perlu berpikir terlalu lama yang berakibat malah tidak jadi menanam. Karena menanam apa saja itu lebih baik dari pada tidak menanam. Tantangan terbesar dalam berkebun adalah diri kita sendiri yang terkadang malas dan putus asa ketika menemui kegagalan, tapi jika kita paham dan sadar akan banyaknya manfaat berkebun maka kita tidak akan berhenti melakukannya.

Bagi beliau berkebun adalah candu menyenangkan, yang membuatnya ingin terus menanam. Tanaman buah dan sayuran adalah tanaman favouritnya yang beliau tanam dibalkon rumahnya mengunakan sistem tambulampot (tanaman buah dalam pot). Bunda Salman juga menyukai aktivitas berkebun, beliau menanam beraneka tanaman buah, sayur dan bunga dihalaman rumahnya.

Urban Farmer Meet And Share Batch 1 makin seru ketika sesi tanya jawab. Para peserta sangat antusias bertanya dan berbagi pengalaman dalam mengelola sampah dan berkebun. Dan acara makin bertambah seru ketika memasuki sesi tukar-menukar tanaman yang merupakan puncak dari acara Urban Farmer Meet And Share Batch 1

Sebelum bertukar tanaman para peserta diminta menceritakan sekilas tentang tanaman yang akan ditukar tersebut terkait cara pemeliharaan dan khasiatnya.
Semua peserta senang karena dapat bertukar tanaman dan mendapat hadiah berupa souvenir dan bibit tanaman dari para nara sumber.

Alhamdulillah Urban Farmer Meet And Share Batch 1 berlangsung sukses dan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh mr. Syarief selaku moderator. Kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Usai foto bersama, acara berikutnya adalah menikmati sajian buah special: nangka khas AN NAHL Ecopark yang warnanya oren dan rasanya manis sekali. Setelah itu acara di lanjutkan dengan touring to AN NAHL Ecopark untuk melihat koleksi flora dan fauna yang dibudidayakan didalamnya.

Terimakasih atas dukungan semua pihak yang telah turut serta mensukseskan event Urban Farmer Meet And Share Batch 1, sampai jumpa di event berikutnya. Mari cegah pilah dan olah sampah dan kita lanjutkan dengan berkebun (composting to gardening), insya Allah sampah dirumah akan membawa berkah dan tanaman yang kita tanam akan berbunga dan berbuah, memberi manfaat dunia akherat. Selamat mencoba.

“Tidaklah seorang muslim menanam tanaman melainkan apa yang dimakan dari tanaman tersebut akan menjadi sedekah baginya. Apa yang dicuri dari tanaman tersebut akan menjadi sedekah baginya. Apa yang dimakan binatang buas dari tanaman tersebut akan menjadi sedekahnya. Apa yang dimakan burung dari tanaman tersebut merupakan sedekahnya. Tidak dikurangi atau diambil oleh seseorang dari tanaman tersebut melainkan sedekahnya”
(HR: Muslim no. 1522)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *