Syarifudin Simon :Komunis Stabil Sepanjang Tak Musuhi Agama

FOKUSATU-Kendati pusat Komunis dunia Uni Soviet kini sudah bubar namun sisa komunis yang menghadapi Kapitalis AS, kini masih ada di Chili, Argentina, Kuba dan bisa bertahan hidup bersama agama.

Di Indonesia hanya PKI yang musuhi Agama Atau Pancasila, kesalahan besarnya sehingga Revolusinya menghalalkan segala cara dengan 3 kali Revolusi berontak membantai umat Pancasila yang terakhir pada tahun 1965.

Sosialis, tak harus Atheis seperti Partai Baath di Iraq pimpinan Sadam Husein yang berniat  satukan Arab dan menganggap Budaya Arab lebih tinggi dari Agama.

Ketika kapitalis pun gagal menghadapi Agama, sehingga sub Milenial seperti milenial Arif Budiman yang idolakan Syahril, ketika ke Prancis negri Kapitalis, jadi sadar pada Komunis yang sejahtrakan buruh dan rakyat bila mampu tumbangkan Kapitalis, namun zamannya berubah, kini Good Father RRC dan AS Populisnya sudah lain.

Dulu basis PKI di wilayah Jawa Tengah ,Jogja ciptakan kehidupan yang susah diperankan Gerwani, Lekra, BTI dengan jaket Kalajengking dan Ludruk menjelekan Islam membunuh Kolonel Katamsi sehingga alhamdulillah negara Indonesia dapat diselamatkan Presiden Soeharto dengan membangun Pertanian.

Demikian ungkap Syaifudin Simon Pengarang buku1000 hari PKI mencekam Jogja bersama Panelis Suripto (Pengamat Tekab), Efendi Saman SH dan Moderator Ilham pada Diskusi “Antara isu Kebangkitan PKI, masa depan umat Islam dan Kedaulatan Indonesia oleh Komnas RIM di Warung Penus, jalan Percetakan Negara 4 /1, Jakarta pusat, 17 Juli 2020.

Di Warung Penus ini tidak benar ada isu gerakan aktivis Gerwani berjilbab kata Mahdi. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *