Muchlis Hassan : Prabowo Dan Hinaan

FOKUSATU-Pasca Pilpres 2019 berakhir banyak sekali statmen miring menjurus caci maki yang di alamatkan masyarakat pemilih Prabowo-Sandi menyikapi sikap Prabowo yang pada akhirnya mau menerima jabatan Menhan RI.

Sebuah hal yang wajar jika sebuah perjuangan yang begitu menguras pikiran dan tenaga bahkan harta harus berakhir dengan adegan drama telenovela. Dan wajar pula jika hal tersebut di tumpahkan dan di alamatkan kepada Prabowo.
Bahkan di Medsos Prabowo dijadikan bahan olok-olokan, serta di anggap telah menghianati perjuangan para pemilihnya.

Prabowo sangat memahami betul kekecewaan para pemilihnya, peristiwa Demo 22 Mei di tengah-tengah bulan ramadhan yang pada akhirnya ratusan orang di tangkap, bahkan ada yang meninggal dunia juga menjadi perhatiannya, dan kala itu Prabowo mengutus Waketum DPP Bidang hukum, Ahmad Sufni Dasco untuk segera menangguhkan dan menjamin ratusan orang yang di tangkap pada peristiwa tersebut.

Hinaan dan cacian bagi seorang Prabowo bukan hal yang baru. Tentu masyarakat masih ingat peristiwa Mei 98. Begitu masifnya serangan demi serangan di alamatkan kepada dirinya, dia dikhianati serta ditusuk dari belakang oleh kawan maupun lawan2nya. Bahkan kehidupan pribadinya harus dia relakan berakhir dengan deraian air mata. Pangkat dan kedudukan yang di sandangnya pun rela dilepaskan semuanya, jika mengingat jabatan yang di pegangnya saat itu, serta adanya dukungan kekuatan dari mertua sang penguasa negara, bukan sebuah perkara susah jika dia ingin melakukan sebuah kudeta.

Manusia berhati apa yang diam dan pasrah ketika sebenarnya dia mampu melawan dan membungkam mulut lawan-lawannya?. Suami macam apa yang di paksa harus rela meninggakkan semua kebahagian hidup bersama anak istrinya, padahal dia mampu untuk mempertahankan kebahagiaan keluarga tercitanya…… Semua di lakukannya demi Negara yang di cintainya, demi persatuan bangsanya, demi kelangsungan dan kebahagian jutaan rakyat indonesia.

Kini pertanyaannya, apakah anda berani dan sanggup melakukan hal yang sama dengan Prabowo, meninggalkan semua kebahagiaan keluarga tercinta, tahta dan jabatan ?…Coba bayangkan dengan pejabat sekarang, adakah yang berani menanggalkan kedudukannya padahal jelas-jelas dia bersalah, jelas-jelas keputusannya telah merugikan rakyat Indonesia semua…?.

Kekecawaan hati memang sangat sulit di akhiri, Saya, anda dan kita semua tentu kecewa dengan harapan yang harus kandas oleh tipu-tipu syetan penghuni gedung KPU. Namun lihatlah ke depan, begitu banyak asa dan harapan untuk kita lanjutkan dan perjuangkan, terutama memperjuangkan kebahagiaan keluarga, anak dan istri tercinta.

Marilah kita rajut kembali benang-benang kebahagiaan yang sempat tertuda akibat proses demokrasi yang gila dan membabi buta. Bersama orang tua, anak istri tercinta kita ramaikan kehidupan bertetangga di sekitar lingkungan kita yang sempat berjarak di karenakan perbedaan politik semata.

*Penulis seorang Pegiat Sosial

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *