Dr Supangat : Tiga Opsi Sekolah Tahun Ajaran Baru 2020/2021

FOKUSATU-Kondisi Pandemi Covid 19 ini memaksa para pengelola sekolah, khususnya sekolah swasta untuk terus berinovasi dengan satu semangat dan motivasi memberikan yang terbaik bagi semua pihak, baik itu guru, siswa dan orang tua.

Kita tentu berterima kasih kepada satgas yang telah memaping daerah pandemic dalam 4 kategori, (Hijau, Orange, Kuning & Merah) dan kemudian Kemendikbud-pun sudah memutuskan, hanya sekolah yang berada di daerah hijau lah yang boleh mengaktifkan siswanya dengan menggunakan protokol kesehatan.

Sekolah harus berani berinovasi dan keluar dari kebijakan mainstream namun tetap menomer satukan kesehatan dan menyelamatkan jiwa warga sekolah khususnya anak didik.

Dalam pengamatan penulis, sekolah memiliki 3 (tiga) opsi untuk tahun ajaran baru nanti yaitu tanggal 13 Juli 2020, tiga opsi tersebut yaitu Work From Home (WFH), Work From School (WFS) dan New Normal. 

Pertama, Work From Home (WFH), pilihan ini merupakan kelanjutan dari apa yang terjadi di sekolah saat diputuskan oleh pemerintah agar siswa dan guru mengadakan pembelajaran dari rumah yang dimulai pada akhir Maret lalu. Awalnya KBM online hanya lewat group WA dan Google Classroom namun akhirnya media konferensi menjadi alternatif seperti Zoom, Google Meet, Microsoft Team, Webex, Big Blue Button, hingga Steamyard, Vmix dan seterusnya

Kedua, Work From School (WFS), model ini akan memudahkan bagi guru untuk memberikan pembelajaran yang maksimal ke siswa, karena dengan guru bekerja dan mengajar dari sekolah maka pihak sekolah akan menyiapkan sarana pendukung KBM sebaik mungkin, misalnya membuat studio KBM online, dengan menfasilitasi ruangan tersebut jaringan Wifi yang optimal, laptop, kamera, TV, pencahayaan yang baik, progam video conference yang terkini, hingga team IT yang standby dan siap membantu.

Ketiga, New Normal, pilihan ini adalah menghadirkan siswa ke sekolah dengan mempertimbangkan dua hal yang sangat penting yaitu rekayasa KBM dan protokol kesehatan. Ada berbagai macam rekayasa KBM salah satunya adalah membagi siswa dalam kategori ganjil genap, siswa yang ber absensi ganjil masuk sekolah sementara yang genap melakukan KBM online dari rumah. Sementara untuk protokol kesehatan yang harus dipertimbangkan adalah sebagai berikut; Protokol Kesehatan Sarana Sekolah, saat Kedatangan termasuk Tamu, saat Siswa ,Guru/Karyawan di Sekolah, Protokol UKS (Unit Kesehatan Siswa), Pelayanan TU, Satpam dan lainnya, Protokol Pelaksanaan Rapat  Dan saat kepulangan dari Sekolah. * penulis adalah Dosen UIN Syarief Hidayatullah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *