Dirjen IKP Widodo : Beralihnya Para Pelaku UMKM Ke Daring Akan Memperbesar Peluang Produknya Dibeli Masyarakat

FOKUSATU-Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Prof. Dr. Widodo Muktiyo,dalam acara webinar Forum diskusi publik yang di gelar Kominfo Dirjen IKP, bertemakan Mendorong Semangat Karya Anak Muda Dalam Problematika Di Tengah Pandemi Covid-19,Rabu /22 Juli 2020 juga menghimbau, para generasi muda dapat berhati-hati dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di dunia maya. Khususnya, yang berkaitan dengan penanganan Covid di media sosial.

“Hati-hati dalam mengakses informasi yang berkaitan dengan Covid-19,” ujar Widodo Muktiyo.

Saat ini medsos di Indonesia sudah memasuki era fakta objektif kurang berpengaruh dalam membentuk opini publik (Post truth). Jadi, seseorang yang mahir merangkai narasi lebih berperan dalam membentuk opini publik saat ini. Dan kondisi tersebut rawan beredar di medsos pada beberapa tahun kedepan.
“Kita masuk di ranah Post Truth yaitu bisa diterjemahkan bahwa kebenaran fakta dan bukti tidak terlalu penting lagi sepanjang narasi cerita dan pemikiran bisa diterima,” imbuhnya.

Ada indikasi terdapat oknum yang sengaja merangkai narasi di atas dengan tujuan untuk memecah belah bangsa saat ini. Dan mayoritas orang tersebut memilih medsos sebagai medium untuk menyebarkan tulisan yang dibuatnya.

Mengingat, pengguna media tersebut banyak dipergunakan oleh para generasi muda.
“Ini yang menjadi tantangan para generasi muda pada umumnya, jangan sampai setiap informasi yang kita akses berdampak tidak baik,” imbuhnya.

Mengatasi hal tersebut, lanjut Widodo, saat para generasi muda menggunakan medsos harus merujuk kepada akun-akun yang memiliki sumber yang jelas.

Maksudnya, informasi yang disebarkan oleh akun-akun resmi pemerintah maupun media arus utama.
Tujuannya, informasi yang diperoleh masyarakat tersebut dapat berdampak positif bagi kehidupan generasi muda di masa Covid-19. “Pastikan dahulu kebenaran informasinya melalui akun medsos yang terpercaya,” imbuhnya.

Widodo juga menyeru, agar masyarakat perlu menumbuhkan rasa kebanggaan terhadap produksi yang dibuat oleh anak bangsa, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar, mampu mendorong perekonomian dalam negeri menjadi kuat di tengah dampak negatif Covid-19.
“Kita mesti menumbuhkan kebanggaan produksi saudara saudara kita, agar implikasinya menumbuhkan ekonomi-ekonomi pelaku UMKM,” ujar Widodo.

Menurut dia, perasaan bangga pada produk dalam negeri akan membuat masyarakat menjadi cinta produk yang dihasilkan oleh pelaku UMKM. Dengan begitu, akan membuat masyarakat membeli setiap produk yang dijual di berbagai medium kanal komunikasi yang dipergunakan.

“Momentum kita sekarang ini membuat UMKM bisa bangkit di tengah pandemi,” kata Widodo.
Ketika sudah menumbuhkan rasa bangga, lanjut dia, tentunya akan menambahkan kekuatan para pelaku UMKM dalam negeri untuk bertahan dalam pandemi saat ini. Dorongan ini penting, mengingat dampak Covid-19 berdampak langsung pada kegiatan produktif pelaku UMKM.

“Bangga Buatan Indonesia, mendorong kita jadi mengkonsumsi produk dalam negeri agar dapat menjadi kekuatan Indonesia saat ini,” katanya.
Peran Kementerian Kominfo saat ini, tengah membuat berbagai konten untuk mengajak masyakarat membeli produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui berbagai platform dagang daring (e-Commerce) yang tengah berkembang saat ini.
Konten tersebut, lanjut Widodo, akan disebarkan luaskan melalui berbagai kanal komunikasi daring yang dimiliki oleh Kementerian Kominfo secara masif.

Sehingga mampu mempengaruhi masyarakat di dunia maya dalam membeli berbagai produk hasil karya anak bangsa.
“Kita glorifikasi dan amplifikasi dengan semua channel dimiliki. Kita ingin targetnya adalah merubah mindset masyarakat Indonesia,” katanya.

Tak hanya itu, pihaknya juga fokus membuat UMKM dalam negeri yang berjumlah 64,2 juta beralih ke digital. Saat ini, tercatat sekitar 9 juta UMKM yang menjadi binaan pemerintah telah beralih menggunakan dagang daring.
Ia menilai, dengan beralihnya para pelaku UMKM ke daring akan memperbesar peluang produknya dibeli masyarakat. Mengingat, daya jangkau yang dimiliki oleh ruang digital sangat luas, sehingga mampu memberikan informasi masyarakat yang berada di berbagai pelosok dalam negeri.

“Kami di Kominfo ini betul-betul punya tugas untuk bisa mengoptimalisasi berbagai konten dan pesan itu sampai kepada konsumen dan juga sampai kepada pelaku UMKM,” imbuhnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *