BNN Musnahkan Barang Bukti Narkotika Golongan 1 Dari 8 Kasus Berbeda

FOKUSATU-Pemusnahan Barang Bukti Narkotika Golongan 1 oleh BNN di hadiri, Kepala BNN Komisaris Jenderal Polisi Drs. Heru Winarko, S.H., Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Drs. Arman Depari, Menteri Sosial Juliari Batubara, Ketua Umum GANNAS  I Nyoman Adi Peri S.H , Ruliadi Sekjen FOKAN.

Barang bukti narkotika hasil pengungkapan selama pandemi COVID-19 Sebanyak 86. 623 (delapan puluh enam ribu enam ratus dua puluh tiga) Gram sabu dimusnahkan.

Dalam acara pemusnahan ini, Ketua Umum GANNAS I Nyoman Adi Peri S.H mengatakan, satu koreksi bagi pemerintah sudah banyak jumlah terpidana mati belum dilakukan eksekusi, karena tidak henti-hentinya Bandar, Pengedar dan Produsen memproduksi Narkotika, hampir semua jaringan Internasional menuju sasaran disparitas harganya yg begitu tinggi, oleh karena itu menjadi suatu permasalahan yang menjadikan mereka berani untuk mengedarkan maupun menjadi bandar Narkotika barang haram tersebut.

Tambahnya saat dikatakan tadi oleh Heru Winarko sebelumnya, Ketum GANNAS mengatakan “Ada jenis narkotika baru masuk ke Indonesia yang berasal dari tanaman berupa serabut kulit kayu namanya dimetil triptamina sebesar 1.538 gram,” ujarnya.

Adapun disela sela pemusnahan Barang Bukti Narkotika Golongan 1 di lapangan Parkir BNN Pusat Jum’at, (3/7/2020) I Nyoman Adi Peri S.H, kepada awak media mengatakan ada yang menarik disini salah satu publik figur/ artis yang perduli terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika, salah satunya Nikita Mirzana karena keberanian dan keperduliaanya serta cerdas, GANNAS menilai dari rekam jejak medsosnya sangat perduli bahaya penyalahgunaan narkotika,maka itu GANNAS berinisiatif akan memberikan Piagam Penghargaan dan akan mengangkat Nikita Mirzani sebagai Duta Pemersatu Ibu Anti Narkoba “tegasnya.

Kepala BNN Heru Winarko mengatakan “Kita akan memusnahkan, ini yang ke empat kali, sabu 86,6 kg, ekstasi 80.430 butir, barang bukti tembakau gorilla waktu COVID-19 ini dapat masuk ke Indonesia itu sebanyak 211 gram, dimetil triptamina sebesar 1.538 gram.” Narkotika jenis baru itu, diamankan oleh Bea Cukai Kantor Pasar Baru. Meski demikian, tidak ada tersangka dalam kasus ini.

“29 April 2020, di Kabid Pengawasan Pelayanan Bea Cukai Kantor Pos Pasar Baru petugas mengamankan barang bukti jenis dimetil triptamina sebesar 1.538 gram dengan tidak ada tersangka,” Kepala BNN menambahkan pihaknya menemukan narkotika jenis baru bernama dimetil triptamina 1.538 gram yang merupakan tanaman jenis serabut kulit kayu.

Sementara itu, dalam kasus ini BNN telah mengamankan 8 orang tersangka yang melancarkan aksinya saat pandemi Corona. Mereka memesan lewat transaksi daring (online) menggunakan ojek aplikasi online.

“Tersangkanya 8 orang. Kita lihat ini kejadiannya, kejadian selama COVID dari awal Maret. Jadi mereka lewat jalur-jalur online dari berbagai tersangka, dan juga lewat jasa pengiriman termasuk dengan Go-Jek, Grab. Kita kerjasama juga, kita mengantisipasi jauh-jauh hari dengan adanya COVID ini pasti transaksi online,” terang Heru

Heru mengatakan kegiatan ini sebagai wujud transparansi yang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dalam UU, diatur barang sitaan narkotika dalam pengamanan penyidik harus dimusnahkan. “Kejadian ini wujud transparansi dan pertanggungjawaban BNN kepada publik dan sesuai dengan amanat Pasal 31 ayat 2, ayat 3, ayat 4, ayat 5 dan Pasal 92 ayat 3 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yaitu barang sitaan narkotika yang terpusat dan narkotika yang berada dalam penyimpanan dan pengamanan penyidik yang telah ditetapkan untuk dimusnahkan,” papar Heru.

Heru kemudian menegaskan para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1), Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Dengan ancaman maksimal hukuman mati,” sambungnya.

Selain itu, Mensos Juliari menyampaikan pihaknya akan bekerjasama dengan BNN untuk melakukan pemberdayaan bagi para pecandu narkoba. Hal ini disebut Juliari, sebagai bentuk kepedulian agar mereka bisa memulai hidup baru dan tidak terjerumus ke dunia narkoba lagi.

“Kami melihat dari sisi yang lainnya, Pak Deputi, bagaimana pemberdayaan daripada saudara-saudara kita yang sudah kembali ke masyarakat, mantan-mantan pecandu-pecandu, mantan rehabilitasi. Kementerian Sosial juga berkepentingan agar saudara-saudara kita tersebut bisa memulai kembali hidup barunya dengan baik dan tidak terjerumus lagi ke dunia narkoba. Nah, itu bagian dari pekerjaan kami tanggungjawab kami. Oleh karena itu, di MoU nanti akan kita perbaharui,” tutur Juliari.

Juliari menjelaskan pemberdayaan tersebut dalam bentuk usaha ekonomi bersama. Dia menyebut akan memperhatikan pemberdayaan dengan tidak lepas dari fokus untuk rehabilitasi.

Kita bisa memberikan semacam dana hibah bentuknya kelompok usaha bersama atau usaha ekonomi produktif itu semua memang ada di skema pemberdayaan kita nanti, kita akan tuangkan dengan MoU dalam BNN artinya tidak hanya kerjasama dalam bidang rehabilitasi tapi juga kerjasama di bidang pemberdayaan,” Kata dwland. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *