Terkait Jembatan Molintogupo, Jubirsus: Ada Yang Berkarya Kata

FOKUSATU-Banjir yang menimpa warga di Kabupaten Bone Bolango dan Kota Gorontalo sebaiknya tidak dijadikan ajang untuk pencitraan dan melakukan klaim keberpihakan pada warga masyarakat yang terdampak banjir.

Khusus di Kabupaten Bone Bolango, Banjir yang terjadi mengakibatkan ambruknya Jembatan Molintogupo di Kecamatan Suwawa, Bone Bolango. Gubernur Rusli Habibie langsung turun langsung ke lokasi banjir untuk memastikan warga masyarakat disekitar aman dan memerintahkan dinas terkait untuk bergerak cepat membantu masyarakat.

Anehnya, ada pihak lain yang justru memanfaatkan musibah ini untuk pencitraan, padahal jauh sebelum musibah banjir yang mengakibatkan Jembatan Molintogupo ambruk, Gubernur Rusli Habibie sudah mengaggarkan biaya perbaikan Jembatan tersebut.

“Lucu saja, Pak Gubernur sudah start lebih dulu, ada yang ketinggalan kereta, seolah mencitrakan dirinya berjuang untuk warga masyarakat setempat yang terdampak banjir. Perlu diketahui bahwa awalnya Jalan tersebut merupakan jalan Kabupaten Bone Bolango, dan sejak tahun 2012 dialihkan menjadi jalan Provinsi. Harus paham ya agar tidak menjadi bahan tertawaan masyarakat dan tidak terkesan maaf “ngawur”. Ujar Juru Bicara Gubernur, Noval Abdussamad melalui telepon seluler.

Lebih lanjut, Noval menjelaskan bahwa di tahun 2020 ini melalui dana APBD Provinsi Gorontalo, Jembatan Molintogupo sudah mulai dikerjakan pembangunannya.

“Tahun ini sudah mulai berjalan pekerjaan dan pembangunannya oleh PT Anhal Abadi Bersama dengan nilai kontral Rp. 17.500.000.000.- dan Waktu kontrak TMT 30 April s/d 29 November 2020. Saat ini kegiatan dilapangan masih taraf pekerjaan Persiapan (Pemeriksaan Tanah dan pembuatan jembatan darurat). Sementara untuk rangka baja sudah dalam proses Fabrikasi di Jakarta”. Terangnya.

Terakhir, Noval kembali menegaskan bahwa Gubernur Rusli Habibie selama ini sudah melakukan karya besar dan nyata untuk Provinsi Gorontalo.

“Karya nyata Pak Gubernur sudah banyak dinikmati masyarakat Gorontalo, jadi kalau ada yang baru mengatakan akan berjuang, berupaya, melakukan koordinasi, saya katakan rakyat gorontalo tidak butuh karya kata”. Tutupnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *