RESTRUKTURISASI CENTER “Memaksimalkan Relaksasi Terhadap Pelaku Usaha Akibat Dampak Covid-19”

FOKUSATU-Pandemi Covid -19 telah melumpuhkan berbagai sektor usaha di Indonesia sejak beberapa bulan yang lalu. Terlebih setelah pemerintah menetapkan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) terhadap daerah-daerah yang lonjakan suspect pasien covid-19 nya melonjak tajam. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Ekonomi Indonesia triwulan I-2020 terhadap triwulan sebelumnya mengalami kontraksi sebesar 2,41 %, dari sisi produksi penurunan disebabkan oleh kontraksi yang terjadi pada beberapa lapangan usaha. Selain hal tersebut, penurunan terjadi juga akibat beberapa mitra dagang Indonesia terkontraksi sebagai akibat adanya pembatasan aktivitas dan lockdown untuk mengendalikan penyebaran Covid-19. Sehingga Covid-19 tidak hanya berpengaruh kepada Indonesia namun berpengaruhnya juga pada perekenomian global. 

Hal tersebut sangat berpotensi mengganggu kinerja perbankan dan stabilitas sistem keuangan yang dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi. Sehingga Pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada bulan Maret lalu telah mengeluarkan paket kebijakan restrukturisasi kredit/pembiayaan diantaranya POJK Nomor 11 /Pojk.03/2020 Tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019 Dan POJK Nomor 14 /Pojk.05/2020 Tentang Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019 Bagi Lembaga Jasa Keuangan Nonbank.
Berdasarkan rilis OJK, hingga 15 Juni 2020 program restrukturisasi untuk nasabah perbankan telah menjangkau lebih dari 6,27 juta debitur dengan nilai outstanding restrukturisasi kredit sampai Rp 655,85, dimana dari jumlah tersebut outstanding untuk UMKM sudah mencapai Rp298,86 triliun untuk 5,17 juta debitur sedangkan non UMKM sudah mencapai Rp356,98 triliun untuk 1,1 juta debitur. Sementara itu, hingga 16 Juni 2020 restrukturisasi di perusahaan pembiayaan sudah mencapai Rp121,92 triliun dengan 3,4 juta nasabah. Sehingga total restrukturisasi untuk lembaga perbankan dan lemabaga pembiayaan adalah mencapai Rp1.352 triliun untuk 15,29 juta debitur. Lebih lanjut, Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK menyatakan angka tersebut bisa terus meningkat apabila keadaan tidak berubah. Secara portofolio memang kebijakan stimulus keuangan tersebut kelihatan berhasil, namun akibat covid-19 dampak social di masyarakat masih perlu perhatian.
Kini Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan new normal” untuk dapat keluar dari tekanan resesi dan krisis keuangan global, namun kebijakan “tatanan baru” dalam kurun waktu satu bulan ini belum berdampak pada pengembalian keadaan bagi para pelaku usaha, di lapangan masih terdapat pelaku usaha yang sekalipun telah mendapatkan relaksasi kredit dari para krediturnya, namun dalam menjalankan usahanya sehari-hari masih memiliki beban yang terasa berat karena memang terus terbebani biaya produksi yang begitu besar dan harus di hadapkan pada permintaan barang produksi yang semakin menurun. Industri yang berdampak secara langsung akibat covid-19 terdapat pada sektor perdagangan di bidang tekstil dan real estate (Apartemen, perumahan dll) serta pada sektor jasa (perhotelan, transportasi, pariwisata dll).
Keadaan pendemi covid-19 yang sangat berpengaruh terhadap pelaku usaha, kelihatannya tidak dibarengi dengan kebijakan-kebijakan pemulihan usaha secara massif oleh perbankan sebagai mitra pelaku usaha dalam menjalankan bisnisnya. Memang sebagian pelaku usaha telah mendapatkan relaksasi dari para kreditornya, namun tidak dapat dipungkiri untuk tetap menjalankan kelangsungan usahanya para pelaku usaha tetap membutuhkan suntikan dana dan yang tak kalah penting tetap memastikan pasarnya tidak hilang.
Untuk mempertemukan dua keadaan tersebut yaitu pelaku usaha tetap mendapatkan relaksasi dan suntikan dana dari perbankan dan tidak kehilangan pasar dalam hal ini daya beli masyarakat, maka dibutuhkan kebijakan Pemerintah Indonesia melalui instansi-instansi terkait perlu untuk mengeluarkan kebijakan-kebijakan dan stimulus ekonomi untuk para pelaku usaha diberbagai sector, sehingga para pelaku usaha dapat bernafas hingga dampak pendemi covid-19 ini bisa teratasi dengan baik serta perekonomian masyarakat tumbuh dan Kembali normal. Kami, dari Restrukturisasi center siap untuk membantu pelaku-pelaku usaha dalam mencari solusi terbaik bagi penyelesaian permasalahan hukum dalam rangka perbaikan finansial perusahaan.
Oleh karenanya Pemerintah wajib untuk memastikan kebijakan-kebijakan telah berjalan dan asosiasi-asosiasi seperti KADIN, HIPMI dan Asosiasi-asosiasi pengusaha sectoral untuk mendampingi dan mengadvokasi anggotanya, demii tercapainya ekonomi yang sehat.
Berdasarkan hal tersebut, dalam rangka menyelamatkan dan menggerakan perekonomian negara salah satu unsur yang tak kalah penting dalam pembangunan ekonomi nasional, maka kami restrukturisasi center mohon perhatian yang amat serius pada pihak-pihak terkait guna teratasinya keresahan pelaku usaha tersebut, dalam kesempatan ini pula kami menyatakan sikap dan himbuan sebagai berikut:
Bahwa kami meminta kepada pemerintah agar melakukan pengawasan dan memastikan kebijakan yang dikeluarkan berjalan dengan baik khusunya tentang kebijakan pemerintah memberikan relaksasi kepada pelaku usaha dan kebijakannya untuk melakukan penempatan dana pemerintah kepada lembaga keuangan Bank akibat dari dampak pemberian restrukturisasi kepada pelaku usaha.
Kepada lembaga keuangan bank agar dalam memberikan restrukturisasi justru tidak membebani syarat dan ketentuan restrukturisasi yang lebih berat kepada pelaku usaha.

Kepada organisasi asosiasi pengusaha yang bersifat umum maupun sektoral (KADIN, HIPMI dan Asosiasi-asosiasi pengusaha sektoral) agar senantiasa dapat melakukan pendampingan dalam rangka edukasi dan advokasi kepada anggotanya.

Demikianlah pernyataan sikap dan himbauan ini kami sampaikan. Kami sebagai lembaga restrukturisasi siap menjadi pendamping dan mengadvokasi kedua belah pihak baik dari perbankan maupun pelaku usaha. Semoga indonesia bangkit dan jaya.

Jakarta,
29 Juni 2020
Hormat Kami
Restrukturisasi Center

Irfan Nadira Nasution, SH., CRA., CLI., CLA.

Fajar Romy Gumilar, SH.
Imam Subeno, SH.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *