RELEASE NUSANTARA LEADERSHIP FOUNDATION MENYANGKUT PENANGANAN WABAH COVID 19 DI INDONESIA

FOKUSATU-Dunia saat ini termasuk kita di Indonesia sedang menghadapi tantangan yang sama, mewabahnya pandemic global Corona Virus Disease (Covid 19) sejak awal Januari 2020 yang bermula darii kota Wuhan-China. Wabah Covid 19 berimplikasi ke seluruh dimensi kehidupan, tidak hanya memukul sektor kesehatan tapi juga ekonomi, pendidikan, pangan, pemerintahan, keagamaan, bahkan cara kita bersosialisasi sebagai mahluk sosial juga berubah dengan diperkenalkannya kosa kata baru social distancing dan physical distancing.

Setiap perubahan besar dalam sejarah peradaban manusia, dinamika sosial, pendidikan, budaya, ekonomi dan politik terkadang lebih cepat dibandingkan daya antisipasi manusianya sendiri. Karena itu kesiapan menyongsong perubahan, adalah kunci keberhasilan kita melewati peristiwa besar ini, untuk memenangkan pertarungan mengalahkan Covid-19 yang memukul seluruh sendi kehidupan negara di dunia.

Pandemic global Covid-19 mengajarkan kita akan pentingnya membangun kemandirian bangsa. Kita menyadari semua negara dalam medan pertempuran yang sama akan lebih memprioritaskan Resources yang dimilikinya seperti: produk kesehatan, teknologi, riset kedokteran, obat-obatan, pangan, energi, keuangan berikut sumber daya nasional lainnya guna mengatasi ancaman Covid-19 untuk kebutuhan dalam negerinya masing-masing. Sehingga, setiap negara diuji kemandiriannya mengatasi kesulitan di waktu yang bersamaan. Kemampuan nasional dan kemandirian menjadi faktor kunci negara mengatasi resiko Covid-19 baik dari sektor kesehatan, maupun sosial-ekonominya.
Parameter kemenangan negara menghadapi The wars against Covid-19 yang hingga pekan ini telah menginfeksi lebih dari 6,3 juta orang dan 375 ribu orang lebih meninggal di seluruh dunia, ukurannya adalah; Rendahnya angka kematian selaras meningkatnya angka kesembuhan manusia yang terpapar oleh Covid-19, Bergerak tumbuhnya kembali perekonomian nasional, Stabilitas politik yang ajeg, Menguatnya kesadaran disiplin masyarakat, dan Terbangunnya solidaritas sosial yang bersinergi dengan pemerintah. Sejarah akan mencatat negara mana menjadi pemenang, yang dalam tempo paling singkat ditengah pertempuran yang sama, mampu mengatasi keadaan dan kembali pada kehidupan normal yang baru (New Normal). Pertanyaan yang selalu mengemuka dalam berbagai perbincangan adalah bagaimana kita menangani peristiwa besar ini dan mengatasi dampak yang ditimbulkannya?, kapan berakhir dan bagaimana mengantisipasi hadirnya wajah baru dunia (new normal) pasca Covid 19?.

Berbagai analisis telah dikemukakan terkait waktu berakhirnya wabah Covid 19, mulai dari yang paling moderat puncak pandemic di Indonesia pada bulan Juli atau Agustus, akhir tahun 2020 atau hingga melewati 2021? hingga pendapat yang mengemukakan bahwa Covid 19 mungkin akan tetap bertahan dan berdampingan dengan manusia dalam waktu yang panjang. Realitanya di Indonesia, organisasi kesehatan dunia WHO hingga pekan ini mencatat belum sampai 400 ribu orang yang telah dilakukan uji sampel Test Covid-19 dari 273 juta lebih populasi nasional, atau baru 2 ribuan orang saja dari setiap 1 juta orang yang diuji. Artinya, kita belum mengetahui pasti kapan puncak pandemic ini terlampaui.

Kita berada ditengah ketidakpastian kapan berakhirnya wabah ini, sebelum para ahli menemukan vaksin yang sudah melewati proses pengujian yang valid untuk dapat mengatasi wabah Covid-19. Hingga hari ini riset dan pengujian vaksin Covid-19 di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Jerman, Swedia, Cina, Korea Selatan dan lainnya, baru tahap awal percobaan, tentu memerlukan waktu yang cukup panjang untuk bisa compatible dengan kondisi genetik seluruh umat manusia, khususnya orang Indonesia. Sementara aktifitas: ekonomi, sosial budaya, pendidikan, pembangunan nasional harus terus berjalan.
Dengan memperhatikan keadaan diatas, kami yang berhimpun dalam Nusantara Leadership Foundation ingin turut memberikan sumbang saran penanganan wabah Covid -19 di Indonesia, yang kiranya dapat dilakukan oleh pemerintah dan seluruh masyarakat Indonesia.

Untuk pemerintah sebagai berikut:Pertama, mempersiapkan kondisi normal baru (new normal) ditengah pandemic Covid 19 dengan segala infrastruktur penanganannya. Mulai dari hulu hingga hilir agar ketika masyarakat hidup berdampingan dengan Covid 19 dapat tetap terjaga keselamatan kesehatannya di ruang-ruang publik, terhindar dari resiko penularan wabah covid-19 dan menjamin resiko kesehatan di tempat-fasilitas umum. Pelonggaran atau relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) harus diterapkan dengan parameter yang jelas, terstruktur dan terukur terhadap setiap penurunan ancaman wabah dan kemampuan menanggulanginya, serta mengkomunikasikan kebijakan dan informasi terkait secara luas kepada masyarakat. Kondisi new normal yang mulai diperkenalkan dengan membuka berbagai fasilitas dan pelayanan publik, hendaknya diawali dengan pembukaan rumah-rumah ibadah (masjid, gereja, pura, klenteng) yang akan menjadi penguat semangat dan spiritual masyarakat untuk menghadapi kondisi baru (new normal) yang penuh tantangan. Baru setelah itu berbagai fasilitas umum lainnya seperti perkantoran, pasar dan pusat perbelanjaan, sampai yang terakhir lembaga-lembaga pendidikan (sekolah) dibuka secara bertahap yang itu semua tentu dengan memperhatikan social distancing dan penegakan protokol kesehatan secara ketat dan terukur. 

Kedua, Diperlukan kepemimpinan yang kuat, solid dan efektif untuk mengkoordinasikan seluruh instansi pemerintah, Kementerian/Lembaga yang terkait penanggulangan wabah Covid-19. Karenanya, derajat penanganannya perlu ditarik keatas, ke level Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan agar hambatan koordinasi baik pada tingkat kebijakan maupun operasionalisasi di tingkat Kementerian/Lembaga, dapat lebih efektif.
Ketiga, Untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan niat baik Pemerintah dalam hal ini Presiden yang telah mengeluarkan Kepres Nomor 12 tahun 2020 Tentang Penetapan Bencana Non Alam Penyebaran Corona Virus Disease (Covid 19) dan Perpu yang terkait dengan alokasi anggaran sebesar 405 Trilyun yang diperuntukan bagi penanggulangan Covid-19. Kebijakan tersebut adalah upaya Pemerintah menolong rakyat banyak, yang tidak boleh disalahgunakan. Maka dalam implementasinya agar turut melibatkan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), mengawasi pelaksanaannya agar tepat sasaran.
Keempat, Segera memperkuat sektor industri: Farmasi (obat-obatan, Vitamin), Alat kesehatan (test kit Covid-19, ventilator, masker), Pangan (diversifikasi bahan makanan pokok dan gerakan menanam bahan pangan), Energi baru terbarukan (EBT: panas bumi, sinar matahari, angin, arus air, nuklir), guna melepaskan ketergantungan terhadap produk luar bagi pemenuhan kebutuhan nasional ditengah Covid-19 ke masa depan. Selaras dengan hal tersebut, upaya menemukan vaksin Covid-19 perlu dilakukan sesegera mungkin dengan memaksimalkan lembaga-lembaga riset nasional, sumberdaya kedokteran beserta para ahli mikrobiologi nasional dengan dukungan pembiayaan penuh dari Pemerintah guna melepaskan ketergantungan produk vaksin luar negeri, sekaligus memiliki vaksin yang diproduksi sendiri yang cocok bagi masyarakat Indonesia.
Kelima, Menyelenggarakan kegiatan pendidikan yang menjamin keselamatan kesehatan peserta didik sebagai tunas-tunas penggerak kemajuan bangsa masa depan. Penegakkan protokol kesehatan di lingkungan pendidikan adalah hal penting. Kegiatan pendidikan harus berlangsung dalam keadaan yang aman (save education), maka penggunaan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) bagi penegakkan protokol kesehatan di sekolah-sekolah, seperti pemberian suplemen makanan bergizi, vitamin, pemberian masker maupun sarana dan prasarana standard minimal kesehatan dapat dilakukan.

Meskipun demikian, kebijakan penyelenggaran kegiatan pendidikan pada keadaan normal yang baru (new normal) harus sangat berhati-hati dengan memperhitungkan resiko terkecil menghindari terjangkitnya peserta didik oleh Covid-19.

Sedangkan rekomendasi bagi masyarakat: Pertama, masyarakat perlu menyadari dan memahami untuk menjalankan pola hidup sehat. Bahwa social distancing, physical distancing dan menghindari kerumunan banyak orang merupakan upaya penting dalam memutus mata rantai penyebaran Covid 19. Pemakaian masker, hand sanitizer dan sering mencuci tangan harus menjadi kelaziman.
Kedua, masyarakat juga harus menyadari bahwa pandemic Covid 19 mungkin baru berakhir dalam jangka waktu lama atau bahkan akan terus ada sama seperti virus-virus lainnya. Karena itu kesadaran untuk hidup “berdampingan” dengan Covid 19 harus tumbuh dalam kesadaran masyarakat dalam format kehidupan normal yang baru (new normal), hidup yang mengharuskan kita selalu menjaga kesehatan menjadi bagian dari budaya keseharian masyarakat.
Ketiga, memperkuat kepedulian, kegotongroyongan dan kesetiakawanan sosial untuk saling tolong menolong diantara masyarakat. Akrabkan kembali kehidupan sosial bertetangga, dengan semangat: tetangga membantu tetangganya dan saling menjaga.
Keempat, tegakan disiplin untuk patuh dan taat pada peraturan serta himbauan pemerintah. Masyarakat harus bersinergi dengan pemerintah untuk bersama-sama mencegah penularan, mengatasi wabah, dan memutuskan matarantai penyebaran Covid-19.
Kelima, turut mengawasi secara aktif implementasi penyaluran dana APBN serta bantuan pemerintah lainnya, dalam penanggulangan wabah Covid 19 sebagai bentuk dukungan atas kebijakan yang diambil pemerintah menolong rakyatnya secara tepat sasaran.

Demikianlah Pers Release Nusantara Leadership Foundation ini kami sampaikan dengan harapan penanganan wabah Covid 19 di Indonesia dapat lebih baik, hingga akhirnya bangsa Indonesia dapat memenangkan “pertempuran” melawan Covid 19 tersebut.
Semoga Tuhan YME, Allah SWT memberikan hidayah-Nya bagi seluruh bangsa Indonesia untuk bersatu padu dan bahu membahu dengan kesadaran perannya masing-masing untuk melewati cobaan berat ini. Sejarah dunia kelak akan mencatat apa yang telah kita lakukan dan apa yang kita raih, semoga yang terbaik jua-lah yang kita dapatkan bagi bangsa dan negara, Indonesia!.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *