Ketum GANNAS I Nyoman Adi Peri Dukung BNN Dan Polri

FOKUSATU-Saat Badan Narkotika Nasional (BNN) mengadakan konferensi pers nya kemarin Kamis, 18 Juni 2020 pukul 10.00 Wib,di Cawang Jakarta Timur, di saat wawancara dengan Irjend Pol.Drs Arman Depari Dir. Penindakan BNN” mengatakan terungkapnya penyelundupan narkotika di wilayah Provinsi Riau yaitu dengan berhasil menyita narkotika jenis Sabu seberat 32.136,70 gr (32,1 kg) dari tangan tersangka yang terjadi di tengah laut di perairan Provinsi Riau, dan yang terakhir adalah diamankannya 20.600 gr (20,6 kg) narkotika jenis Sabu di sebuah mobil di kawasan Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.diamankannya narkotika jenis sabu seberat 66.165 gr (66 kg) yang diselundupkan dalam karung beras.

Pengungkapan narkotika jaringan Internasional ini merupakan hasil kerjasama antara BNN dan Dirjen Bea Cukai. Tim Gabungan BNN dan Bea Cukai Dumai berhasil mengamankan 2 orang tersangka berinisial MY dan RS di tengah perairan Selingsing, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Provinsi Riau.

Diketahui penyelundupan tersebut dilakukan oleh tersangka dari Negara Malaysia menuju Kabupaten Bengkalis dengan menggunakan kapal nelayan. Narkoba tersebut diterima ditengah laut, kemudian dibawa dan disimpan di sebuah gudang sebelumnya, untuk nantinya didistribusikan dan diedarkan dikawasan Pekanbaru.

Saat dilakukan pengejaran, kapal speedboat yang dikendarai tersangka sempat melarikan diri hingga akhirnya terbalik di tengah perairan.

Sebelumnya terdapat tiga orang tersangka diatas kapal tersebut, namun satu diantaranya berhasil melarikan diri. Dari keterangan tersangka, keduanya mengakui dengan sengaja membawa narkotika dari perbatasan perairan Malaysia yang diterimanya dengan cara dilempar dari kapal ke kapal.

Atas perbuatannya para pelaku terancam pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), UU RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup.

Begitu pula dengan keterangan Ketua Umum Gerakan Anti Narkoba Nasional (GANNAS) I nyoman Edi Perry SH, di Kantor Pusat BNN Cawang Jakarta Timur Kamis, (18/6/2020) “Mengatakan Sekecil apapun prestasi yang diraih BNN dan Kepolisian kita sebagai Organisasi Masyarakat Gerakan Anti Narkoba Nasional (GANNAS) tentunya kita mengapresiasi
yang lebih penting lagi adalah bukan barang bukti dengan jumlah besar saja yang disita oleh BNN dan Kepolisian yang menjadi prestasi pemerintah, tentunya bagaimana mengungkap pembuktian menyita, menangkap jaringan pengedar dan bandar Narkotika Nasional maupun Internasional itu sebagai pintu masuk untuk memiskinkan pengedar dan bandar narkoba dengan menggunakan perangkat hukum sebagai tindakan pidana pencucian uang (Moneylaundry).

Jadi bukan karena penangkapan 1 ton baru ditelusuri tetapi dengan adanya barang bukti hanya 1 gram atau 1 0ns pun sudah dapat menyita barang bukti yang didapat secara ilegal, bisa diungkap dan ditelusuri sampai kebandar besar nya dengan begitu seluruh aset yang dimiliki baik benda bergerak maupun tidak dari hasil kejahatan. Jadi intinya adalah bukan pengungkapan jumlahnya yang membuka tabir pencucian uang jadi dengan 1 gram pun Trilyunan aset aset ilegal dapat dibuktikan oleh BNN dan Kepolisian dengan tindakan pidana pencucianuang (Moneylaundry) seluruh nya akan di sita dari pengedar atau Bandar Besar Narkoba “pungkas I Nyoman Adi Peri.

Kemudian Jaringan pengedar dan Bandar Narkotika International yang baru saja tertangkap melalui akses lalu lintas laut diperairan Indonesia menggunakan Kapal Laut dan pelabuhan pelabuhan yang illegal,
Pihak BNN dan Kepolisian kelemahannya adalah barang haram yang telah lolos atau masuk ke wilayah perairan Indonesia akan sulit untuk mengejar dan melacaknya, serta bagaimana prefentifnya untuk barang haram ini tidak masuk ke wilayah NKRI “ungkap Ketum Gannas
Ia mengatakan Wilayah Kelautan kita di jaga oleh 5 unsur Institusi diantaranya:.BAKAMLA,TNI AL, BEACUKAI, KKP dan POL AIRUD Apabila BNN tidak bersinergi akan Lolos dari pengawasan,syaratnya harus bersatu memberantas jaringan Narkotika Nasional maupun Internasional dengan 5 institusi tadi “ungkap I Nyoman Adi Peri di akhir wawancara kepada awak media. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *