Halal Bi Halal 1441 H Ranting NU Cipinang Besar Selatan Bersama Pengurus Cabang NU Jakarta Timur

FOKUSATU-Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Sabtu malam 6 Juni 2020 mengadakan acara Halal Bihalal di Mushallah Al Abror Jalan D. I Panjaitan, Jatinegara.

Acara yang bertujuan untuk menjalin silaturrahim dan memperkuat ukhwah sesama pengurus itu mengundang jajaran Pengurus Cabang NU Jakarta Timur dan warga nahdliyin setempat.

Dalam sambutan pembukaan Rois Syuriah Ranting NU Cipinang Besar Selatan,Ustadz Harly Zaharudin Nasution menyampaikan hal hal yang terkait dengan makna silaturrahim dan arti Halal Bihalal.
” Silaturrahim bermakna menyambung dan menguatkan kasih sayang di antara muslim terutama warga nahdliyin agar tetap menguatkan kasih sayang tersebut”, kata Harly Nasution.

“Sedang arti Halal Bihalal adalah menghalalkan sesuatu yang halal dengan cara yang halal pula, diantaranya dengan cara berkumpulnya kita membaca dzikirullah dan bersholawat kepada Rasul SAW. Dan Halal Bihalal yang cuma ada di Indonesia ada sebuah cetusan istilah yang di sampaikan oleh KH Wahab Chasbullah, sehingga istilah tersebut ada sampai kini dan itu harus kita jaga bersama, semoga acara ini lebih menguatkan ikatan ukhwah dan keseamatan wilayah” lanjutnya.

Adapun Sekretaris PCNU Ust. Syarif Cakhyono dalam sambutannya menjelaskan tentang hasil Muskercab PCNU beberapa bulan yang lalu sebagai amanat AD/ART Nahdlatul Ulama.
Diantaranya tentang konsolidasi pengurus NU dan nahdliyin dengan pendataan pembuatan KartaNU bagi pengurus dan warga NU di Jakarta Timur.

Di sampaikan juga bahwa PCNU Jakarta Timur telah membentuk Tim Percepatan Pembangunan Kantor Sekretariat PCNU dan juga sudah di bentuknya Rumah Pangan NU yang bertujuan untuk pemberdayaan ekonomi warga nahdliyin dengan motto dari NU untuk NU (dari pengurus NU untuk warga NU).

Sementara Ketua Tanfidziyah KH. Ahmad Fathonah, M.Pd dalam sambutan akhir menyampaikan peran NU dalam negara Indonesia dengan mengeluarkan slogan Hubbul Wathon Minal Iman (Cinta Tanah Air adalah Bagian Dari Keimanan), sehingga NU memiliki tugas dan kewajiban menjaga keutuhan NKRI.

“Maka menjadi kewajiban kita menjaga nilai nilai ke Aswajaan yang sudah menjadi bagian amal2 ibadah kita, dengan menjaga lisan (membully), mencuci tangan (tidak menshare berita hoax) dan menjaga hati (qolbun saliim) dari rasa dengki dan hasud”,kata Fathonah menutup sambutannya.

Acara Halal Bihalal tersebut di tutup dengan sambutan dari Wakil Rois Syuriah, KH. Abd. Rojak, MA yang menggaris bawahi bahwa pemahaman NU yang Aswaja adalah ketaatan kita kepada Allah SWT dan Rasul-Nya serta kepatuhan kita pada aturan pemerintah (Ulil Amri) serta ulama ulama di Nahdlatul Ulama yang kapasitas ilmunya mumpuni.(AY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *