FKIP UHAMKA BERSINERGI DENGAN ALUMNI DALAM “SEMINAR NASIONAL MEMBINGKAI KARAKTER BARU PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR

FOKUSATU-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Study PGSD UHAMKA adalah salah satu Universitas terbaik di Indonesia yang menyandang Akreditasi A. Kampus ini mencetak banyak Guru yang tersebar di Indonesia. Banyak Alumni UHAMKA yang memiliki prestasi baik di dunia Pendidikan dan pengembangan SDM. UHAMKA adalah Universitas yang cocok untuk pilihan orang tua bagi anaknya. Disamping pembelajaran yang diterapkan terstruktur, UHAMKA juga sering mengadakan seminar-seminar ilmu pengembangan pendidikan. Universitas ini sering bersinergi, antara Dosen Fakultas dengan Para Praktisi atau Narasumber/Trainer Pengembangan Pendidikan.

Pada kesempatan ini FKIP UHAMKA mengundang salah satu Alumni dari PRODI PGSD UHAMKA, yaitu Agus Yuliono untuk menjadi Narasumber dalam SEMINAR NASIONAL bersama para Dosen yang bertemakan “Membingkai Karakter Baru Pendidikan Sekolah Dasar”. Seminar Nasional berlangsung pada tanggal 1 Juni 2020, tepatnya pukul 10.00 WIB – 13.00 WIB. Pada seminar ini terdapat empat Pemateri hebat yang sudah tidak diragukan lagi dalam tingkat Nasional. Empat pemateri itu ialah :
Dr. Desvian Bandarsyah, M.Pd
(Dekan FKIP UHAMKA)

Drs. Kusmajid Abdullah, M.Pd
(Dosen FKIP UHAMKA)
(Praktisi Pendidikan)

Nuraeni, S.Pd,M.Si
(Dosen Univ.Mandalika)
(Narasumber Nasional)

Agus Yuliono, S.Pd., CHt, CI, CT.NNLP
(Founder Lembaga Pelatihan PUSDARI (Pusat Pemberdayaan Diri))
(Licensed Trainer from BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi)
(Trainer Hypnotherapy and NLP)
Kualitas Alumni Uhamka memang tidak diragukan lagi, karena pendidikan di Kampus yang membuatnya berkompeten di bidangnya. Berikut Biografi Alumni PGSD UHAMKA yang dari tadi kita sebutkan:

Pada kesempatan ini, Agus Yuliono selaku Alumni UHAMKA diberikan kesempatan untuk mengisi materi mengenai asal-muasal terbentuknya karakter. Berikut ini ringkasan materi yang disampaikan Agus Yuliono dalam Seminar Nasional Guru di FKIP UHAMKA :
“Pemrograman bermula dari stimulus eksternal, disini informasi di kirim oleh orang tua, guru, teman, TV, internet, dan lingkungan. Setelah informasi di kirim, maka akan ditangkap oleh panca indra. Setelah terserap, masuk ke pikiran sadar, tahapan ini banyaknya informasi akan di analisis dan di identifikasi. Penting atau tidaknya dan berguna atau tidaknya, akan terpilih. Jika tidak terpilih, maka informasi hanya berbentuk seperti angin lalu atau lewat begitu saja. Jika banyaknya informasi itu sudah di pilah oleh pikiran bawah sadar, agar informasi-informasi ini menjadi program permanen maka harus melewati critical factor area. Critical factor area ini berfungsi sebagai penyaring informasi yang masuk. Jika informasi berhasil melewatinya, maka akan masuk ke dalam pikiran bawah sadar. Dari berbagai informasi yang masuk, yang bisa masuk ke pikiran bawah sadar hanya beberapa informasi. Nah, saat itu terbentuklah suatu program yang tertanam di pikiran bawah sadar. Program positif atau program negative, alam bawah sadar tidak memperdulikannya, karena ia bersifat netral.”(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *