Dr Supangat,MA : Mendahulukan Terima Kasih Sebelum Menghujat New Normal

FOKUSATU-Rasulullah SAW bersabda : Setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannnya. Seorang kepala negara akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya.” (HR Buchary & Muslim). 

Sudah kesekian kalinya kita merasakan lemahnya budaya berterima kasih di kalangan/kehidupan kita, Seringnya sikap menyalahkan hingga menghujat itu yang didahulukan.

Hal ini cukup mudah kita membuktikannya, dimana kita tahu pemerintah baik pusat maupun daerah (melalui Gugus Tugas COVID-19) akan menjalankan bahkan sudah memulai kebijakan New Normal. Mari kita pantau di media sosial kita, mana yang lebih banyak kita baca mendahulukan berterima kasih karena pemerintah sudah banyak berbuat untuk kita atau menyalahkan hingga menghujat akan kebijakan New Normal ini, dimana pemeritah membuktikan tidak serius mengurusi rakyatnya.

Padahal kita semua mengetahui bahwa sudah berapa dana yang digelontorkan pemeritah untuk penanganan COVID-19 ini, anggaran yang disiapkan pemerintah pusat saja 405.1 Triliun, sementara pemerintah daerah DKI mengalokasikan 56,57 Triliun belum lagi pemerintah daerah lainnya dari level propinsi hingga kabupaten dan kota. Tentu dana sebesar ini cukup membuat pemerintah kuwalahan dan semua ini untuk kita rakyatnya.

Demikian pula dengan bagaimana pemerintah memaksimalkan usaha untuk penanganan pandemi ini, hampir semua ASN/PNS kesehatan dari kementerian kesehatan hingga puskesmas, dan aparat keamanan baik TNI maupun POLRI bahkan juga aparat pemda, totalitas untuk menanggulani COVID-19 ini, salah satunya dilarang mudik, penggunaan masker, menjaga jarak dan lainnya.

Berterima kasih dulu atas semua usaha pemerintah untuk mengatasi pandemi ini, baru setelah itu mengkritik bahwa kebijakan New Normal ini kurang tepat dan seterusnya, Inilah sikap kita sebagai warga Negara yang baik

Tentang makna New Normal bagi penulis tidak hanya pemahaman kesehatan, tapi juga makna sosial. Arti istilah New Normal dalam perspektif kesehatan ketika kondisi dimana pandemi Covid19 sudah menurun drastis, lalu mengalami landai yang hampir jarang (walau masih ada) ditemukan lagi yang positif Covid-19. Sementara makna New Normal di ranah sosial cukup sederhana dengan melakukan tiga hal saat bersosialisasi diri, yaitu menggunakan masker, manjaga jarak minimal 1.5 meter dan sering cuci tangan dengan air mengalir dan sabun selama minimal 20 detik.
Jika mau jujur siapa yang mendidik tiga hal diatas (masker, jaga jarak & cuci tangan), maka kita akan merasakan peran pemerintah lebih dominan, dan itu memang tugasnya.

Namun untuk para pemimpin bangsa ini, baik anda sebagai Presiden, Gubernur, Bupati & Walikota, harus membuktikan diri bahwa anda semua harus serius mengurus kami yang telah mempercayakan bangsa ini ditangan anda, dan hal itu diawali dengan kekompakan antar pemimpin bangsa, jika antar pemimpin saja tidak kompak, bagaimana mengurusi kami (rakyatnya)

Karena sebagai pemimpin, anda akan bertangung jawab tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat kelak, Semakin anda serius membuktikan usaha untuk rakyat semakin mudah pertangung jawaban anda nanti. Wallahua’lam bishowab.

Dr. Supangat MA; Team ISCo (Islamic School Consulting)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *