Dedi M : Forum Silatuhrahmi Ormas Se- Kecamatan Jagakarsa Tolak RUU HIP

FOKUSATU-Sejumlah Ormas Forum Silatuhrahmi se – Kecamatan Jagakarsa Jakarta Selatan yang teridiri dari Bang Japar (BJI), , FPI, DMI, MUI Kecamatan Jagakarsa, Pemuda Pancasila, Lembaga Da’wah, NU, FBR Jagakarsa, Pengacara & Jawara Bela Umat, Bang Japar # F1 Kecamatan Jagakarsa, Jum’at (26/6/20) siang kemarin, deklarasi menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Negara ( RUU HIP), di Masjid As-Syadatain Ciganjur Jakarta Selatan.

Berdasarkan informasi yang diterima melalui pesan dari grup WhatsApp ada ratusan aksi massa ormas, mereka menuntut penolakan RUU HIP dan segera dicabut dari Program Legeslasi Nasionlan ( Proglenas).

Orator Forum Silatuhrahmi Ormas se – Kecamatan Jagakarsa KH. Hasanudin dari FUHAB (Forum Ulama Habaib) mendeklarasikan pernyataan sikap *1. Meminta Kepada DPR RI untuk menolak dan menghentikan serta membatalkan Pembahasan RUU HIP dari Prolegnas, 2. Menolak Ideologi Komunis, Leninisme, Markisme, dari Indonesia, 3. Menolak Pencabutan Tap MPRS No. XXV/1966 dan NKRI harga mati, 4. Pancasila sudah final sebagai Idiologi dan NKRI harga mati*

Ditempat yang sama KH. Sulaiman Rohimin selaku ketua MUI Kecamatan Jagakarsa dalam orasinya menolak dan mebatalkan RUU HIP sebagai pengganti Pancasila, mengajak yang hadir siap melawan kebangkitan PKI, sebab Pancasila sumbangan umat islam untuk Bangsa Indonesia, kata KH. Sulaiman Rohimin.

KH. Sulaiman Rohimin menegaskan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harga mati tidak bisa ditawa-tawar lagi ataupun dinegosiasikan, beliau juga menyerukan agar kembali konstitusi UUD 45 yang asli, ujarnya.

Menurutnya bila RUU HIP disahkan kita sama-sama datang Ke DPR RI dan Istana untuk mencabut dan membatalkannya, pasalnya RUU HIP berpotensi menghilangkan Ketuhanan Yang Maha Esa berpotensi menjadi negara komunis, jelas KH. Sulaiman Rohimin.

Deklarasi Forum Silatuhrahmi Ormas se – Kecamatan Jagakarsa Jakarta Selatan berjalan dengan tertib dan lancar, mereka membentangkan spanduk sehingga pesan yang disampikan dapat terbaca peserta aksi maupun pengguna jalan, serta terpantau mereka menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) dan menjalankan protap kesehatan. (dm).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *