Bang Dai : Syarat Umur Di PPDB Jakarta Bikin Frustasi

FOKUSATU-Sistem PPDB merupakan turunan dari Permendikbud No. 44 tahun 2019. Sistem PPDB ini sudah berlangsung sejak beberapa tahun sebelumnya.

Tetapi pada PPDB di DKI Jakarta tahun ini agak menarik banyak perhatian karena faktor umur menjadi penentu diterimanya siswa didik baru.

Maka tidak heran jika banyak orang tua atau wali dari calon murid protes kepada Gubernur DKI Jakarta terkait pemberlakuan seleksi yang memprioritaskan pendaftar usia tertua.

Seleksi ini diterapkan bukan hanya di jalur Affirmasi tetapi juga di jalur Zonasi. Bahkan di jalur Prestasi Akademik dan Luar DKI faktor usia juga menjadi pertimbangan. Meski bukan yang utama. Ujar Bang Dai.

Sebenarnya, sistem ini tidak akan menimbulkan masalah jika Pemda DKI siap mengantisipasi segala kemungkinan yang timbul.

Menurut Bang Dai panggilan akrab Prof Dailami Firdaus, Petunjuk Teknik Pelaksanaan PPDB tahun 20/21, yang tertera dalam Keputusan Kepala Dinas Pendidikan DKI No. 501 tahun 2020 baru ditetapkan pada tanggal 11 Mei 2020. Ini jelas waktu yang sangat singkat untuk sosialisasi kepada masyarakat dan pasti tidak akan efektif sosialisasinya.

Ditambah lagi, dibanding tahun tahun sebelumnya, tahun ini diberikan kesempatan kepada siswa didik lulusan tahun 2018 dan tahun 2019 untuk ikut dalam seleksi PPDB tahun 2020.

Saat ini banyak anak anak yang frustasi karena harapannya untuk masuk negeri pupus dikarenakan usianya yang masih muda dan kalah bersaing bukan karena factor nilai namun dikarenakan usianya. Hal ini tentu berimbas kepada orang tuanya juga, apalagi dimasa pandemic covid ini orang tua juga harus berkonsentrasi menata perekonomiannya dan saat ini harus terbagi lagi konsentrasinya untuk memikirkan perihal pendidikan anaknya. Terang Bang Dai

Ada protes protes keras yang meminta supaya PPDB ini dibatalkan dan di ulang kembali karena penerapan permendikbud no 44 tahun tahun 2019 itu, memunculkan ketidakadilan.

Karena sejatinya Pendidikan adalah Hak seluruh anak dinegeri ini, maka saya berharap agar seluruh pemangku kebijakan di pemprov DKI Jakarta harus peka melihat situasi diatas dan juga harus paham dengan kondisi yang ada.

Harus ada solusi yang terbaik dan diterima oleh semuanya tanpa mendahulukan kepentingan golongan. Pungkas Bang Dai. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *