AMR : Pancasila Ditengah Pandemi Ideologi Ke Gerakan Sosial

FOKUSATU-Dalam kajian akademik dan hukum urutan Sila dalam Pancasila sudah tepat dimulai dengan Sila Pertama Ketuhanan yang Maha Esa. Dan seterusnya diakhiri dengan Sila Kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Sebab ini berada pada level ideologi yang menancap pada hati dan pola pikir manusia. Untuk itu keyakinan terhadap Prima Causa harus berada pada point pertama yakni Sila Pertama dari Pancasila.

Sebagai gerakan sosial yang aksi nyatanya harus dilihat bahkan dirasakan oleh orang lain disekitar kita, maka pilihan mengurutkan Sila dalam Pancasila tidak harus mengikuti urutan sebagaimana ketika Pancasila berada pada level ideologi atau keyakinan. Bisa saja urutannya akan acak atau bahkan dimulai dari Sila Kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Sebagai gerakan sosial membumikan Pancasila atau mempraktekan Pancasila dalam praktek kehidupan sosial terutama sekali ditengah Pandemi COVID-19 sebaiknya menjalankan Pancasila secara praktis dimulai dari Sila Kelima lebih dahulu, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Penting untuk membawa rumusan Pancasila yang terkesan tidak membumi menjadi lebih praktis dirasakan penjewatahannya. Manusia sebagai mahluk sosial maka implementasi nilai Pancasila yakni salah satunya bagaimana kita dapat berlaku adil dalam kehidupan sosial, kita dengan selain kita. Menerapkan perilaku adil secara sosial sudah harus dipraktekan pada level sosial paling kecil yaitu, keluarga dan seterusnya pada level yang lebih luas, Negara dan dunia.

Pada level Negara. Para pemangku harus dapat menghadirkan wajah Negara yang menjunjung tinggi Pancasila dengan menghadirkan regulasi yang menjamin kehidupan sosial yang adil. Begitu juga perilaku hidup para pejabat harus menunjukan empati sosial yang tinggi kepada rakyat banyak yang hidup serba kekurangan. Kepedulian para pejabat dapat dipraktekan dengan berempati kepada warga disekitar tempat tingalnya, warga diperjalanan ketika Ia ketempat kerja dan warga ditempat dimana Ia bekerja.

Menjalakan perilaku sosial yang baik sebagai praktek dari Sila Kelima dapat juga menjadi jawaban bagi Sila-sila yang lain setelahnya, termasuk jawaban terhadap Keyakinan Prima Causa dalam Sila Pertama. Dalam arti tidak mungkin kita meyakini seseorang itu sangat Pancasilais hanya dengan rajin beribadah tetapi perilaku sosialnya buruk atau berprilaku tidak adil secara sosial. Perilaku sosial yang baik itu cerminan ketaatan kita terhadap Tuhan yang Maha Adil sebagaimana nilai dalam Sila Pertama.

Dimasa Pandemi COVID-19 ketika ekonomi mayoritas kita terpuruk, serta berlakunya protokol kesehatan pada setiap interaksi sosial kita maka menafsir ulang dan menjadikan Pancasila sebagai gerakan sosial menjadi sangat penting. Berempati dan berlaku adil di kehidupan sosial dengan memberi bantuan kepada warga terkena COVID-19 juga yang terdampak bagian dari cara kita menjalankan Sila Kelima. Menjalankan protokol kesehatan secara baik misalnya menggunakan masker, jaga jarak, di rumah saja, tidak berkerumun, untuk menjaga diri kita dan orang lain dari COVID-19 adalah cara kita menjalankan Sila Keempat dalam praktek bermasyarakat.

Tidak meninggalkan kota asal tanpa persetujuan atau izin keluar masuk ke kota lain. Termasuk tidak mudik saat lebaran dan tetap memilih menetap disatu kota sampai ada keputusan resmi Pemerintah adalah bagian dari cara kita menjalankan Sila Ketiga, Persatuan Indonesia. Berlaku adil kepada para pasien COVID, tenag Medis, serta keluarga pasien COVID dengan tidak mengucilkan bahkan memberi suport dan motivasi adalah bagian dari cara kita menjalankan Sila Kedua, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.

Sila Kesatu yang paling akhir, yakni mengekspresikan ketundukan kita kepada Tuhan Yang Maha Esa tanpa harus melibatkan atau mempertontonkan kepada orang banyak. Menjalankan Ibadah dengan tetap menjaga sesama manusia lain agar tidak tertular bagian dari cara kita menjalankan Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa.

Terakhir, ini hanyalah tafsir agar Pancasila dapat menjadi Gerakan Sosial ditengah masyarakat khususnya pada saat ini ketika wabah COVID-19 mewabah dan berdampak pada seluruh sektor kehidupan termasuk didalamnya praktek keberagaman kita. Dirgahayu Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2020. *AMR : Sekjen Masika ICMI DKI Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *