MHR SHIKKA SONGGE : LBP, MENKO MARITIM DAN INVESTASI BUKAN PRESIDEN RI

FOKUSATU- Demokrasi kritik adalah suatu keniscayaan untuk mewujudkan good governantce. Prinsip pada negara good governantce atau negara benar,adil, baik, kuat terpercaya, apabila negara diurus secara transparan dan acuntable, serta memenuhi kesejahteraan rakyat.

Maka kritik kepada pemerintah atau penyelenggara negara oleh siapapun adalah suatu hal yg urgent. Olehnya bila para politisi, ilmuwan, activis pergerakan, jurnalis, pengamat, pekerja sosial, mahasiswa melakukan suatu kajian kritis lalu memberikan pandangan publicnya, adalah suatu hal yang mutlak diperlukan. Sepanjang upaya itu dilakukan secara etis dan bertanggung jawab dengan tujuan untuk menjaga agar negara tidak menyimpang dari cita cita dan tujuan bernegara.

Kritik Dr. Muhammad Said Didu (MSD) dialamatkan kepada Tuan LBP adalah mewakili ratusan juta rakyat Indonesia yang sedang menghadapi ancaman Virus Corona dari kematian. Seorang MSD adalah sosok technokrat dan cerdekiawan yg terpanggil oleh nurani kemanusiaan, dan akal sehat kecedekiaan, serta tanggung jawab sebagai aristockrat untuk menyuarakan apa yg menjadi beban dan kerasahan rakyat. Setiaip anak bangsa tentu peduli dengan agenda agenda prinsipil yg dihadapi negara.

Jadi terkait kritik yg disuarakan oleh MSD adalah bentuk dari kepedulian dan tanggung jawab peradaban kemanusiaan seorang Cendekiawan atas krisis yg tengah dihadapi oleh bangsa, negara dan segenap rakyat Indonesia. Seorang Cendekiawan tidak boleh hanya duduk di perpustakaan yg menghabiskan waktu untuk membaca buku buku babon dan jurnal ilmiah Juga seorang Cendekiawan tidak harus menghabiskan waktu untuk melakukan penelitian dan membaca laporan penelitian semata. Bila hal itu yg dilakukan maka dia hanyalah Cendekiawan Menara Gading, yang tidak tahu dengan urusan umat, rakyat dan bangsa. Dialah cendekiawan yg terasing dari pergumulan dan pergolakan kerakyatan.

MSD menghidupkan lentara penyuluh bagi negara, di tengah hilangnya suara politisi di Parlemen. Parlemen di gaji uang rakyat tetapi dlm menjalani legislatornya bukan membawa mandat rakyat, mewakili hati nurani negara melainkan mandat oligharcy (pemodal dan penguasa partai)

MSD mewakili jutaan kaum intelectual yg kehilangan tugas dan tanggung jawab kecendekiaan. Para cendekiawan tengah tiarap karena menghindari dari ancaman intimidasi, tuduhan dan kriminalisasi serta penjara. Rezim ini terus mengerdik rakyat dan menjurus menjadi tirani dan oteriter ketika membisunya suara politisi dan dihilanya suara kritis cendekiawan.

Seorang LBP hanyalah seorang Menko Maritim, Pembantu Presiden Joko Widodo. Ia bukan Presiden RI, ia hanya bekerja untuk membantu tugas tugas yg diperlukan dan digariskan oleh Presiden. Karena itu LBP digaji oleh negara dg uang rakyat. Oleh karena itu sah saja bila bila ada fihak yg melakukan kritik atasnya. Kalau kritik pada LBP saja tidak boleh, apakah tidak boleh juga para Cendekiawan mewakili rakyat mengeritik Joko Widodo ? Lantas apa hebatnya mereka ? apakah mereka punya kekebalan untuk tidak boleh dikritik dlm kehidupan bernegara ?

Pertanyaan kritis yg muncul terkait dg keangkuhan LBP yg anti kritik. Apa rasionalitasnya sebagai Menko Maritim dan Investasi yg gerah atas kritik public termasuk kritik MSD ? Apakah ia mendapat perintah untuk mengamankan investasi pembangunan di tanah air ? Investasi untuk proyek pertambangan, investasi untuk proyek pembangunan IKN yang baru ? Nampak sangat ambisius LBP dlm mengamankan proyek proyek infrastructur. Penting mana Pembangunan Infrastructur atau keselamatan jiwa rakyat dari ancaman Corona Virus ? Hanya orang yg berakal sehat yg bisa menjawab dg jujur.

Keanehan lain yg perlu dipertanyakan ialah, ditengah terpaan Virus Corona rakyat satu negeri ini sibuk menjalani PSBB, namun LBP masih semangat mengundang datangnya TKA dari negara yg diduga menjadi sumber penyebaran Corona. Ambisius dan ambigiu kan ?Apakah di Indonesia tidak ada tenaga ahli dan kuli yg tersedia untuk mengerjakan proyek proyek infstructur tsb ?

Ingat baik baik di zaman Pak Harto kita punya 7 industri strategis yg sepenuhnya di jalani oleh putra putri terbaik Indonesia. Indonesia menjadi negara unggul yg diperhatikan dlm kompetisi teknologi tinggi. PT Nurtanio pencetak pesawat N250 membawa harum nama Indonesia di mata dunia. Juga PT PAL, PINDAD, KA. Kita punya ratusan ribu bahkan jutaan ekspertis yang telah mengangkat kehormat dan kewibawaan Indonesia di mata Internasional. Jadi apa alasanmu Tuan LBP membawa ribusn kuli dari Cina ?

Jika LBP adalah pejabat public yg anti kritik sebaiknya mundur dari jabatan pembantu Presiden.Jangan sampai ada orang bodoh yg antik kritik mengurus negeri yg besar ini.

Jangan Pernah membiarkan pemerintah yg sewena wena melampaui batas yg ditentukan dlm mengerus negeri ini. Jika ada pejabat yg sewena wena, negera bisa menjadi otoriter dan tiran bagi rakyatnya sendiri

Ciputat, 6 Mei 2020
MHR. Shikka Songge
Peneliti: Politik dan Sosial Keagamaan CIDES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *