KH Yusuf Sholeh : Diantara Keutamaan Malam Al Qodr

FOKUSATU-Di antara nikmat yang diberikan Sang Pencipta kepada umat ini adalah malam yang disifati sebagai malam penuh berkah karena banyaknya keberkahan, kebaikan dan keutamaan.

– ia adalah malam Lailatul Qodr.
– ia memiliki kedudukan yg agung, padanya terdapat kemuliaan dan pahala yang berlebih.

– Pada malam itu Allah Ta’ala menurunkan al-Quran. Firmannya:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan (Lailatul Qodr), dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan (lailatul Qodr) itu?”…
(QS.al-Qodar: 1-2)

-Firman-Nya pula:
“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yg diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yg memberi peringatan.”
(QS. Ad-Dukhân: 3)

Malam ini terdapat pada bulan Ramadhan yg penuh berkah dan bukan pada bulan yg lain.
-Allah ta’ala berfirman:
“(Beberapa hari yg ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yg di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran…”
(QS. Al-Baqarah: 185)

– Malam ini dinamakan malam Lailatul Qodr karena Allah mengqadar (menentukan) rizki dan ajal,

seluruh kejadian alam,
menentukan siapa yang hidup dan mati,
yang selamat dan yang celaka,
yg bahagia dan yg sengsara,
yang kaya dan melarat,
yang mulia dan yang terhina,
musim kemarau dan musim panen,
serta segala yang Allah inginkan pada tahun itu, kemudian mengabarkannya kepada malaikat untuk merealisasikannya,
sebagaimana firman Allah ta’ala:
“Pada malam itu dijelaskan segala urusan yg penuh hikmah.”
(QS. Ad-Dukhân: 4)

– Itu adalah takdir tahunan dan takdir khusus.

Adapun takdir umum, lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi telah lebih dulu ditetapkan sebagaimana yg terdapat dalam hadits hadits sahih.

– Allah telah menyitir kemuliaan malam ini dan menunjukkan keagungannya.
firmannya:
“Dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan (lailatul Qodr) itu?
Malam kemuliaan (lailatul Qodr) itu lebih baik dari Seribu bulan.”
(QS.al-Qadr: 2-3)

– Siapa yang ibadahnya di waktu itu diterima, menyamai bahkan lebih baik dari ibadah selama 1000 bulan, setara kurang lebih 83 tahun 4 bulan.
-ini adalah pahala yang besar, dan balasan yang agung atas amal yang ringan dan sedikit.

– Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda:
“Siapa yang shalat pada malam lailatul Qodr dengan iman dan mengharap pahala, diampuni dosanya yg telah lalu.”
[HR. Al-Bukhari di dlm sahihnya no. 1901]

– Rasulullah SAW. menganjurkan supaya umatnya bersedia menyambut dan menghayati/menghidupkan malam yg penuh berkah itu dengan berbagai jenis amalan dan ibadah,
Sabdanya yang diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a.:
Maksudnya: “Barangsiapa menghayati malam Lailatulqadar dengan mengerjakan sholat dan berbagai jenis ibadat yang lain sedang ia beriman dan mengharapkan rahmat Allah ta’ala niscaya ia diampunkan dosa dosanya yang terdahulu.

– Hendaknya kita ber-sungguh sungguh untuk shalat, berdoa, dan ibadah pada malam itu.
– Sesungguhnya ia merupakan malam yang berbeda dari malam malam lainnya sepanjang tahun.
– Manfaatkan waktu se-baik baik nya, waspadai kelezatan tidur dan kesenangan hidup.

– Adapun waktu dan persisnya, terdapat berita dari Rasulullah SAW ia adalah malam ke 21, 23, 25, 27, 29 (di sepuluh terakhir Malam malam Ramadhan.)

– Hanya saja, Rasulullah SAW. mengisyaratkan dalam sabdanya:
“Carilah Lailatul Qadar itu pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.”
(Muttafaqun ‘alaihi dari Aisyah RA )

– Dalam kitab Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim disebutkan, dari Aisyah RA, ia berkata:
“Bila masuk sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, Rasulullah saw. mengencangkan kainnya (menjauhkan diri dari menggauli isterinya), menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya.”
Demikian menurut lafadz imam Bukhari.

– Dalam riwayat lain, Imam Muslim meriwayatkan dari Aisyah RA :
“Rasulullah SAW ber-sungguh sungguh dalam sepuluh hari akhir bulan Ramadhan, hal yang tidak beliau lakukan pada bulan lainnya.”

– Dalam shahihain disebutkan, dari Aisyah:
“Bahwasanya Nabi Muhammad SAW senantiasa beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir dari Ramadhan, sampai Allah mewafatkan beliau.”

– Lebih khusus lagi, adalah malam malam ganjil sebagaimana sabda beliau:
“Carilah Lailatul Qadar itu pada malam2 ganjil dari sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan)”.
(HR. Bukhari dari Aisyah RA ).

– Menurut Imam Al Ghazali:

– Cara Untuk mengetahui Lailatul Qadar bisa dilihat dari permulaan atau malam pertama bulan Ramadhan :

1. Jika hari pertama jatuh pada malam Ahad atau Rabu maka Lailatul Qadar jatuh pada malam tanggal 29 Ramadhan

2. Jika malam pertama jatuh pada malam Senin maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 21 Ramadhan

3. Jika malam pertama jatuh pada malam Kamis maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 25 Ramadhan

4. Jika malam pertama jatuh pada malam Sabtu maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 23 Ramadhan

5. Jika malam pertama jatuh pada malam Selasa atau Jumat maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 27 Ramadhan.

Kaidah ini tercantum dalam kitab2 para ulama termasuk dalam kitab2 fiqih Syafi’iyyah.

Rumus ini teruji dari kebiasaan para tokoh ulama yang telah menemui Lailatul Qadar.

Formula ini diceritakan Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin;
juga terdapat dalam kitab Hasyiah Sulaiman Al Kurdi juz hal 188;
kitab Tafsir Shawi;
kitab I’anah at-Thalibin II/257;
Syaikh Ibrahim al Bajuri dalam Kitabnya Hasyiah ‘Ala Ibn Qasim Al Ghazi juz I halaman 304;
as Sayyid al Bakri dalam Kitabnya I’anatuth Thalibin Juz II halaman 257-258;
juga kitab Mathla`ul Badrain karangan Syaikh Muhammad bin Ismail Daud al-Fathoni.
——
HM.Yusuf Soleh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *