Firdaus Turmudzi,M.Hum : Guru

FOKUSATU-Ramainya kasus bantuan akibat wabah corona menjadi berita utama yang masuk di telinga kita, ada satu hal yang membuat hati kita tersentuh dan menangis.

Ternyata semua lapisan masyarakat terkena dampak ekonomi yang luar biasa.
Beberapa hari ini saya menanyakan kabar teman-teman saya yang banyak mengabdikan hidupnya menjadi guru lekar atau guru ngaji kampung ( guru yang hanya mendapatkan bisyaroh atau ongkos jalan dari hasil mengajar).

Saya tanya bagaimana keadaannya Ustadz ..? jawabnya Al hamdulillah sehat, lalu banyak bercerita ngalor ngidul (Bahasa Betawi) dan akhir dari pembicaraan yang membuat hati ini ter-enyuh adalah, begini ustadz, boleh pinjem duit ngak barang 200 ribu buat beli beras..? lagi kosong dan tidak ada kegiatan selama ini, ungkapnya.

Memang ada banyak bantuan yang datang namun tidak ada yang khusus memperhatikan kehidupan para guru ngaji kampung. Pengurus masjid pun banyak yang tidak berdaya karena kas masjid yang di dapat dari kotak amal terhenti (kosong) karena tidak adanya aktifitas jama’ah.

Bersedekah kepada orang faqir miskin, yatim piatu, ibnu sabil, dan kepada siapaun yang sedang tertimpa musibah itu sangat mulia, tetapi bersedekah kepada Guru/ Ustadz/Kiayi, itu lebih utama dan mulia serta penuh dengan keberkahan.

Kehidupan yang kita jalani ini, semua karena keberkahan ilmu yang di berikan oleh Guru kita.

Di dalam kitab Bughyatul-Musytarsyidin ada beberapa tingkatan atau keutamaan bersedekah :
ذكر السيوطي في خماسيه أن ثواب الصدقة خمسة أنواع : واحدة بعشرة وهي على صحيح الجسم ، وواحدة بتسعين وهي على الأعمى والمبتلي ، وواحدة بتسعمائة وهي على ذي قرابة محتاج ، وواحدة بمائة ألف وهي على الأبوين ، وواحدة بتسعمائة ألف وهي على عالم أو فقيه اهـ
Al-Imam Suyuti menuturkan perihal pahala sedekah di dalam salah satu kitabnya, bahwasanya pahala bersedekah ada lima kategori :
(1) Satu di balas sepuluh (1 : 10) yaitu bersedekah kepada orang yang sehat jasmani.
(2) Satu di balas sembilan puluh (1 : 90) yaitu bersedekah terhadap orang buta, orang cacat atau tertimpa musibah, termasuk anak yatim dan piatu.
(3) Satu di balas sembilan ratus (1 : 900) yaitu bersedekah kepada kerabat yang sangat membutuhkan.
(4) Satu di balas seratus ribu (1 : 100.000) yaitu sedekah kepada kedua orang tua.
(5) Satu di balas sembilan ratus ribu (1 : 900.000) yaitu bersedekah kepada orang alim yang ahli fiqih (Guru Ngajimu).

Semoga Allah SWT, membuka hati kita tuk mau bersedekah kepada Guru-Guru kita. Keberkahan Hidup Kita, keberkahan Ilmu Kita itu karena jasa Guru kita.

Firdaus turmudzi, M. Hum : Pendakwah, Dosen, kandidat Dr Pasca Sarjana Dakwah Universitas Islam Asyafiiyah,Sekretaris Fahmi Tamami MPW DKI Jakarta, Wakil Ketua FKDM DKI Jakarta. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *