MHR Shikka Songge : Nasehat Cerdik Pandai

FOKUSATU-Tidak ada satupun penduduk di negeri ini yg tidak mencintai negerinya sendiri, kecuali para pengkhianat yang bekerja menggadaikan dirinya sebagai asong untuk aseng dan asing.

Negeri ini dikenal oleh masyarakat Internasional memiliki kekayaan dan keindahan yg tiada banding. Dari dasar laut, dalam laut, pesisir pantai, di atas tanah di dalam tanah berlimpah limpah indah dan kayanya. Semuanya diciptakan Allah untuk mensejahetrakan dan memartabat penduduk negeri. Namun kenyataan yang terjadi tidak demikian. Karena operasi para pengkianat begitu efektif menjual kekayaan negeri ini dan memenderitakan rakyat penghuni negeri.

Dan tidak satu orangpun pula dari orang orang sekolahan yg terdidik tidak memahami bhw Negeri ini berdiri atas landasan ketulusan, ketangguhan, kegigihan, kejernihan, dan kecerdasan perjuangan diplomasi kaum intelectual, cerdik pandai, aristockrat, yang mendapat berkah Allah SWT.

Maka janganlah disia siakan, janganlah disalah gunakan, dan jangan pula salah urus oleh siapapun di negeri ini. Karena pasti, berkah itu lambat atau cepat akan diambil oleh Allah jika generasi kemudian gagal mengurusnya.

Bilamana para ilmuwan, cerdik pandai, cendekiawan dan pakar sdh memberikan nasehat, penilaian dan pandangan untuk kebaikan tentulah itu benar. Maka junjunglah dan patuhilah literasi, narasi logika yang dianjurkan oleh para cedrik pandai itu. Para cerdik pandai membangun narasi di atas cahaya iman bertindak dg ilmu menghasilkan karya peradaban terpuji.

Keruntuhan dan kehancuran suatu bangsa dan negara berawal dari runtuhnya akal dan budi manusia. Pemimpin Negara yg tidak menghargai karya kaum intelectual bahkan merendahkan kaum intelectual dg ancaman penjara adalah awal musibah bagi negara. Karena tidak ada ilmu bagi para intelectual kecuali kebenaran cayaha Allah. Pemimpin negara yg merendahkan para guru, ulama dan mublligh, bahkan di kejar kejar dengan tuduhan fitnah palsu lalu dipenjarakan adalah bencana bagi negara. Para guru dan ulama pewaris nabi dan lentera bagi peradaban dunia. Jika lantera mati maka negara ditimpa kegelapan.

Adapun fenomena benih otoriterianisme itu nampak ada dlm praktek pengelolaan bernegara. Tindakan Presiden diluar ketentuan konstitusi negara. Pidato resmi Presiden yg kita dengar sering kali mengabaikan logika kebenaran public. Seenaknya membangun optimisme absurd, harapan palsu tanpa bukti. Penyataan para mentri, yg dipertontonkan di TV, satu saat berbicara idealis berdasarkan konstitusi, besok temanya berubah saling mendukung demi uang dan kekuasaan, namun mengabaikan narasi narasi publik, meskipun tumpang tindih, tidak mendidik, anti kritik. Memecah belah ormas islam dengan pembubaran dan ancaman pembubaran. Mengkriminalisasi dan menghukum para ulama dan mubaligh dengan tuduhan palsu dan penjara.

Untuk itu wahai penguasa negeri, jadikanlah kekuasaanmu di negeri ini semata mata untuk mensejhterakan dan mendaulatkan martabat rakyat. Kekuasaan bukan bukan milikmu, engkau hanya diberikan amanah untuk batas waktu tertentu. Jangan pernah mempermainkan kekuasaan dengan logika absurd. Bisa jadi satu tempo kekuasaanmu akan hancur dan gulung tikar.

Literasi para kaum intelectual adalah mengandung hikmah dan falsafah yg patut diteladani. Hikmah itu berfungsi untuk mengawal kiblat bernegara, mengontrol jalannya roda pemerintahan agar negara tidak tersesat di jurang kehancuran. Agar para penguasa dlm menjalani roda pemerintahan tidak menjadi otoriter dan diktator. Bila kekhuatiran itu terjadi akan mengundang datangnya gelombang revolusi politk.

Ingatlah wahai pengagum dan pemangku kekuasaan, bahwa kekuasaan itu hanyalah milik Allah, yang dikuasakan pada manusia semata untuk sementara waktu. Kuasa itu kapan tempo bisa diambil oleh Allah jika manusia telah kehilangan amanah dan kehancuran muruah.

Janganlah Engkau sengsarakan rakyat dengan tipu muslihatmu. Sesungguhnya Allah lebih Pandai menggagas rekayasa diatas segala kepalsuan rekayasamu wahai manusia.

MHR. Shikka Songge :Pemateri Nasional NDP HMI

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *