Jamhari : PSBB Di Rumah Mati Lapar,Di Luar Mati Corona

FOKUSATU-Perencanaan Pembatasan sosial berskala Besar (PSBB) untuk melawan Virus Corona (Covid-19), kini mulai dirasa menjadi dilema bagi pemerintah maupun pemprov dan khususnya rakyat kecil yang merasakan langsung dampak PSBB, di katakan Jamhari penggiat sosial dalam tulisan nya di WAG Agenda/seminar, Ahad dini hari/26 April 2020.

Mereka benar-benar merasakan pahitnya PSBB yakni: Buruh dan atau Pekerja harian, Guru Honorer, Karyawan lepas, jurnalis2 independen, Pekerja Seni, Nelayan, Kurir, Tukang Ojek, Sopir Bajaj, Sopir Taxi dan Sopir-sopir lainnya, juga Pedagang kaki lima dan lain-lainnya masih banyak lagi.

Mereka yang umumnya berpenghasilan seharinya cukup hanya untuk makan sehari, kalau harus mengikuti anjuran pemerintah untuk diam di rumah aja tentu menjadi dilema bagi dirinya dan keluarganya, harus makan apa hari ini, besok, luda dan seterusnya.

Inilah yang kurang mendapat perhatian dari pemerintah pusat maupun pemprov yang seolah tidak mempertimbangkan dampak PSBB dari segi sosial kemasyarakatan. Jadi jangan salahkan mereka kalau tetap masih banyak yang berkeliaran di jalanan tanpa ada rasa takut terkena virus covid-19.

Maut menjemput takdir! Itulah mereka yang kini dihapapkan pada dua sisi yang sama-sama bisa berujung pada kematian, baik kematian karna kelaparan tidak ada uang untuk belanja kebutuhan pokok maupun kematian keluyuran yang berakibat terserang virus corona (covid-19).(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *