Aceng Nasir : Turunkan BBM,Tumbuhkan Semangat Menanam

FOKUSATU-Harga BBM dunia Turun hingga 50% seiring dengan konsumsi yang menurun akibat pandemi, logikanya Harga berbanding lurus seiring ketika Suply and Demand seperti misal sekarang sembako naik karena kebutuhan meningkat suplay terbatas produksi minim otomatis harga naik sementara BBM di Indonesia masih bertengger stabil. Siapa yang di untungkan? Tentu para Kartel-kartel mafia Migas.

Kita berharap pemerintah melakukan langkah yang arif dan bijak bukan hanya sekedar bagi-bagi sembako yang hanya bersifat sementara sementara cadangan pangan nasional sangat terbatas. Tekanan pemerintah kepada BUMN maupun kementrian terkait untuk memproduksi sawah patut di apresiasi walaupun terlambat, namun setidaknya ada langkah prepentif kedepannketika kita di bingungkan atas kondisi yang serba tidak pasti.

Gerakan ketahanan pangan serta turunnya harga BBM diharapkan menjadi daya dorong penyemangat masyarakat Indonesia untuk bangkit kembali, bisa di bayangkan saat ini masyarakat sedang kebingungan sekitar 150 juta orang kelas menengah berada di ambang kemiskinan apalagi kelompok yang dalam kategori miskin entah berapa jumlahnya saat ini karena akurasi data tidak seimbang dengan fakta lapangan faktanya dapat di lihat ketika pembagian bantuan pemerintah pusat maupun daerah tidak merata dan bahkan akurasi data penerima bantuan banyak yang tidak sesuai maka wajar para Lurah khususnya di Jawa Barat banyak yang teriak menolak bantuan Gubernur Jabar yang menimbulkan polemik di masyarakat. 

Tren korban Pandemi Covid 19 semakin hari semakin meningkat kita tidak tau pasti kapan ini berahir berbagai dampak mulai terasa dari semua aspek, ketahanan pangan adalah kunci keberlangsungan, kebutuhan dasar menjadi hal penting di prioritaskan serta harga yang terjangkau menjadi penenang masyarakat. Jika saja kesadaran bersama tumbuh dan kedisiplinan dilakukan secara menyeluruh baik pemerintah maupun masyarakat insyaalloh apa yang menjadi kesuksesan di Vietnam pun sesungguhnya bisa kita lakukan.
Saatnya pemerintah melakukan langkah strategis memangkas kebijakan anggaran yang tidak penting seperti program pra kerja yang cenderung memboroskan anggaran dan bahkan terindikasi ada praktek Korupsi hingga 5,6 T bisa segera di selamatkan untuk di kompensasikan pada program menanam nasional ataupun pada kegiatan lainnya yang berbasis UMKM.

Kita semua sedang resah dan pemerintah pun sedang berupaya mencari jalan keluar dari krisis ini namun tidak menafikan ada oknum-oknum yang memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan pribadi. Sementara kita semua menyadari gejolak sosial di masyarakat bisa saja terjadi jika tidak segera di antisipasi.
Di moment Romadhon yang agung ini mari kita tumbuhkan semangat kebersamaan bahu membahu dan tetap optimis bahwa kita akan segera keluar dari krisis ini.

Selamat menjalankan ibadah shaum
Wassalam
Alfaqir
Aceng Ahmad Nasir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *