Aceng Nasir : 2020 Revolusi Virus The End Of Age

FOKUSATU-Yang Mesti ditakutkan bukan KEMISKINAN, namun dekontruksi NILAI-NILAI AGAMA, SOSIAL DAN BUDAYA yang sedang di gerogoti” Demikian di katakan oleh Aceng Ahmad Nasir.,S.Ag.MA selaku Koordinator KTS (KarukunanTatar Sunda) dalam release nya pagi ini ,Kamis/09 April 2020 kepada redaksi fokusatu.com

Saya ingin mengatakan jika Teori Alvin Tovler tentang Third wave yaitu socio sphere, phisio sphere dan techno sphere terbantahkan oleh Virus Sphere. Awal Tahun 2020 Dunia di kagetkan dengan mewabahnya Pandemi Virus Corona yang disebut Covid 19, datangnya virus itu seperti Musibah Tsunami atau banjir bandang yang menerjang tiba-tiba , tanpa siap siaga tentu dengan mudah meluluh lantahkan berbagai sendi kehidupan. Hari demi hari korban berjatuhan, berbagai upaya pencegahan dilakukan namun sampai detik ini, belum ada satupun ahli di seantero jagat raya yang mampu menemukan vaksin Covid 19 ini. Melawan makhluk yang tidak nampak itu, seperti seorang yang matanya tertutup mencari semut hitam di atas batu hitam di kegelapan malam hal yang dilematis siapapun tentu menunggu keajaiban dari sang penguasa Alam Alloh Azawajalla agar manusia sadar atas kesombongan, kerakusan serta kepongahannya. Jika Alloh berkehendak atas segala apapun “kun fayakun” Maka Jadi lah.

Berbagai upaya dilakukan mulai sosial distancing, isolasi wilayah bahkan ada beberapa negara yang melakukan lock down namun tetap hingga saat ini virus-virus itu terus menggerogoti menjadi momok yang menakutkan. Berbagai sendi kehidupan mulai terkoyak karena dampak pandemi ini sangat multy flier efect mulai dampak ekonomi, sosial, budaya, Agama, Pendidikan, ketahanan, Politik hingga hal detail pada wilayah teknis. Bahkan hal yang tidak pernah terjadi seperti kebijakan pemerintah Arab Saudi menutup Masjidil Harom sebagai sentral umat Islam seluruh dunia menjadi sesuatu yang tidak mungkin, namun faktanya di lakukan dan kini kebijakan itu berdampak pada kebijakan negara-negara lainnya untuk membatasi Rutinitas Ritual di semua Agama-agama, menjadi kesepakatan dalam upaya pemutusan rantai penularan terlepas kontroversi umat beragama terutama umat islam yang secara rutinitas ritual baik shalat berjamaah, shalat jum’at maupun pengajian-pengajian umum lainnya. Serentak sistem pendidikan bersifat tatap muka berhenti an entah sampai kapan ini terus terjadi lagi-lagi seperti mencari semut hitam di atas batu hitam di kegelapan malam.

INDONESIA dan DUNIA DALAM TATANAN BARU

Indonesia secara dampak pandemik menjadi bagian yang menjadi sasaran penyebaran dari Virus yang mulai berkembang biak di Wuhan-China bahkan Presiden Amerika menyebutnya Virus China, betapa sekaliber negara Adi kuasa pun tidak sanggup melawan itu, kini telah Ribuan Warga AS bahkan Hampir seluruh Negara di Eropha mengalami hal yang sama. Apa yang terjadi kemudian? Adalah KRISIS KEMANUSIAAN berdampak pada KRISIS GLOBAL betapa struktur sosial akan berubah seiring REVOLUSI VIRUS yang terus menggerogoti sendi-sendi kehidupan.

Indonesia sebagai negara kepulauan dan beriklim tropis tentu memiliki keunggulan tersendiri yang telah Alloh anugrahkan, pulau-pulau yang terpisah dengan lautan adalah wilayah karantina secara alam begitu juga debet hujan sebagai antiseptik alami serta matahari yang konstan sebagian ahli mengatakan akan mengurangi dampak penyebaran di banding negara lain yang wilayahnya menyatu pada benua yang sama. Semoga ini menjadi pertanda baik atas anugrah yang Alloh berikan agar tidak terlalu berlebih menghadapi dengan ketakutan.

ANALISA UMUM BERBAGAI ASPEK Di INDONESIA

A. ASPEK EKONOMI dan KETAHANAN PANGAN KELUARGA
Sistem keuangan Global, yang selama ini di kuasai kelompok negara kapital seiring waktu, akan berkurang pengaruhnya dan kemudian akan terjadi kebijakan proteksi ekonomi lokal masing-masing negara sehingga akan mengalami stagnasi arus ekspor dan import barang jika pandemi ini berlanjut. Dan dampak yang akan terasa setidaknya untuk 1 tahun kedepan pada tiga bulan pertama adalah kelompok masyarakat perkotaan yang tergantung kehidupannya pada konsumsi pasar dan bukan produsen ketika mall,swalayan,pasar stagnasi maka akan terjadi keterpurukan. Pada tiga bulan kedua yang akan merasakan adalah masyarakat di perkampungan atau di pedesaan karena masih bisa bertahan dengan tanaman, stok beras maupun kebiasaan mandiri lainnya, pada tiga bulan ketiga yang akan di rasakan adalah kelompok menengah ketika sisa tabungan sudah habis, produktifitas minim dan akhirnya stagnasi sementara para konglomerat yang memiliki dana pribadi triliunan mereka sudah menyelamatkan diri di negara yang merasa lebih aman.
Jika keterbatasan pangan minim maka akan menimbulkan gejolak sosial yang luar biasa. Maka dari itu Indonesia sebagai negara Agraris harus menggerakan seluruh elemen masyarakat untuk sadar menanam sumber makanan pokok lainnya seperti Singkong, pisang, umbi-umbian dan lainnya agar da stik untuk antisipasi jika terjadi paceklik.

C.ASPEK POLITIK
“Legitimasi Pemerintah dimata Rakyat Sangatlah Penting”
Kebijakan Yang berubah-rubah atau bahkan memunculkan kebijakan yang tidak populer dari penguasa akan memperburuk situasi, Struktur sosial akibat disharmonisasi sistem dari pusat maupun daerah yang tidak inline akan menimbulkan polemik baru pada masyarakat. Hal koordinasi juga disadari adanya keterbatasan di sebabkan sistem mulai terputus, rapat-rapat menjadi terbatas karena semenjak Covid19 terdeteksi di Indonesia semua melakukan sistem online meeting.

Jika koordinasi tidak berjalan dengan baik maka sistem mauoun program akan berjalan tidak maksimal maka di butuhkan langkah-langkah alternatif untuk meminimalisir resiko stabilitas keamanan nasional. Karena jika kondisi semakin buruk serta pelayanan tidak maksimal di hawatirkan menimbulkan perpecahan semakin menganga di masyarakat terlebih suasana politik pasca pilpres virusnya belum sembuh di kalangan masyarakat yang kini masih terbelah Legitimasi pemerintah dimata rakyat sangatlah penting agar semua aspek berjalan dengan baik.

B. ASPEK AGAMA, SOSIAL DAN BUDAYA

Dibanding aspek lainnya Aspek ini paling utama karena lebih mengarah pada sendi moral serta entitas sebuah bangsa. Indonesia dengan keragaman Agama, Budaya serta karakteristik sosial menjadi hal yang paling penting untuk terus dijaga marwahnya.
Ada perubahan besar bukan sekedar pergeseran, Ada Ketidak pastian namun Ada keterbatasan. Ketika Struktur Sosial berubah serta lahirnya Dogmatisme baru akibat dekontruksi ini” bukanlah hal yang di kagetkan sebagai pemerhati tentu faham dibalik banyak yang tidak faham atau para pemaham sekedar menutupi kefahaman akibat ketidak sefahaman, maka untuk Merekontruksinya bukan saja membutuhkan waktu tapi perjuangan yang lebih berat lagi dan entah masih tetap berada akan nilai-nilai itu atau entah hilang tertelan zaman tertukar oleh NILAI-NILAI pragmatisme. Jika kita tidak menjaganya maka ….Selamat datang Era Baru yaitu ERA KETIDAK PASTIAN”

#AcengNasir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *