MHR Shikka Songge : Cukup Sekali Pengalaman Pahit Untuk HMI

FOKUSATU-Ketua Umum HMI Cabang Yogyakarta 1992-1993, MHR. Shikka Songge ,Kamis, (7/2/2019) mengatakan sebagai orang yang memahami dengan baik pendangan empirisme, apa yang telah terjadi pada Presiden Joko Widodo cukup menjadi input yang patut untuk di jadikan alasan untuk tidak memilih Pak Joko Widodo.

Songge menyebutkan tergusurnya 3 orang kader terbaik HMI dalam kabinet Joko Widodo. Fery Mursyidan Baldan, Anis Baswedan, Yudhi Chirisnandy, ketiga tergusur tanpa alasan substansif. Berikut menurut Songge, Prof. Dr. Mahfudz MD (Mantan Korpres MN Kahmi) yang sedianya akan berpasangan Cawapres dengan Pak Joko Widodo yang sudah dikomunikasikan dan yang bersangkutan sudah menyatakan bersedia. Namun disaat saat terakhir terjadi pembatalan.

Pembebasan KH. Abu Bakar Baasyir (alumni HMI) dari tahanan. Presiden Joko Widodo semula sudah setuju dengan alasan kemanusiaan maka Yusril bergerak melakukan langkah langkah pembebasan. Walhasil tidak jadi pembebabasan. Alasan kemanusiaan itu ternyata tidak ampuh. Pandangan saya, Presiden Joko Widodo tidak punya ketulusan sikap dan integritas dalam memihak ketidak adilan hukum yang menimpa aktivis pergerakan Islam.

Dan saya meyakini kunjungan abangda AT dan sejumlah kawan ke istana, diikuti dg Launching Pembuatan Film Pahlawan Lafran Pane yang dihadiri Presiden Joko Widodo, yang terkesan vulgar, itu tidak bermana sebagai bergaining posision. Tidak ada nilai tawar politik di situ. Kalaupun toh ada mungkin pada persoalan lain yg tidak kita ketahui pasti. Hanya abangda AT dan Joko Widodo yang tahu persis.

Cukup dari keempat hal itu semestinya kader HMI bisa memetik pelajaran bahwa ternyata banyak janji absurd dari Presiden Joko Widodo. Jangan terulang kembali janji pahit. Keledai dungupun tak mau terjerembab dua kali di lubang yang sama.

Masa kader HMI yang cerdas, brelian, terpelajar berintegritas dan berkaracter tetapi derajat dan kualitasnya lebih rendah dari keledai, jelas Songge.

Asal tahu, pada hari sebelumnya Presiden Jokowi menyambangi kediaman politikus senior Partai Golkar Akbar Tandjung. Jokowi menghadiri acara syukuran HUT ke-72 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan penetapan Lafran Pane sebagai pahlawan nasional.

Jokowi tiba di kediaman Akbar Tandjung, Jl Purnawarman No 18, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pukul 19.30 WIB, Selasa (5/2/2019). Jokowi tampak mengenakan kemeja batik lengan panjang warna cokelat.

Setelah disambut langsung oleh Akbar Tandjung, Jokowi kemudian dipersilakan masuk ke ruang acara. Di sana sudah berkumpul para petinggi HMI dan seniornya yang tergabung dalam Korps Alumni HMI (KAHMI), di antaranya ada Mahfud MD, Jafar Hafsah, hingga mantan Ketum HMI Taufik Hidayat.

Sumber : IMC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *