JPS : Langkah Anies Baswedan Hadapi Corona Bukan Untuk Menakuti Warga

FOKUSATU-Direktur Eksekutif Jakarta Public Service (JPS) M Syaiful Jihad mengatakan, langkah Anies Baswedan dalam menangani virus Corona. merupakan bentuk nyata pelayanan publik terhadap keselamatan dan mengayomi, khususnya warga Jakarta.

Syaiful mengingatkan sejumlah pihak agar tidak mempolitisir kebijakan yang dikeluarkan Anies dalam menghadapi Corona.

“Jangan juga menganggap kebijakan Anies untuk menakut-nakuti warga,” kata Syaiful melalui keterangan tertulisnya kepada Kantor Berita Politik RMOLJakarta, Jumat (13/3).

Syaiful menegaskan, JPS mendukung penuh langkah-langkah yang diambil Gubernur DKI beserta jajarannya dalam menghadapi wabah Corona.

“Apalagi banyak pihak yang menganggap langkah Gubernur DKI lebih maju dibanding pemerintah pusat,” ujar Syaiful.

Langkah yang sudah dilakukan Anies antara lain, mengeluarkan Instruksi Gubernur atau Ingub Nomor 16 Tahun 2020 yang diteken pada 25 Februari 2020 lalu.

Dalam instruksinya Anies memerintahkan seluruh jajaran untuk mendukung sosialisasi resiko penularan Corona di seluruh wilayah Jakarta.

Anies meminta Dinas Kesehatan mengerjakan kebijakan teknis untuk kewaspadaan resiko penularan virus Corona berserta pencegahan dan pengendaliannya. Termasuk juga instruksi Anies membuat rencana kontigensi di bawah koordinasi BPBD DKI dengan melibatkan unsur Polri dan TNI.

Anies memerintahkan untuk memeriksa kesiapan sektor kesehatan dalam menghadapi resiko penularan virus Corona. Serta mengevaluasi seluruh poin instruksi tersebut.

Anies juga meminta jajaran pimpinan Wali Kota, bupati hingga kelurahan untuk memetakan kelompok sasaran potensial untuk diberikan sosialisasi resiko penularan virus Corona.

Dalam Ingub tersebut Anies juga memerintahkan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mensosialisasikan resiko penularan virus Corona ke pengelola tempat-tempat hiburan dan pusat keramaian.

Serta Dinas Komunikasi Informatika untuk menyebarkan sosialisaai resiko penularan virus Corona di berbagai medium termasuk di sosial media.”Kami harapkan bisa dilaksanakan di instansi dan lembaga ibu bapak pimpinan,” tulis Anies Baswedan.

“Gubernur DKI bahkan mengucurkan dana hingga Rp 54 miliar untuk menghadapi Corona,” ucap Syaiful.

Bantuan biaya tes pemeriksaan awal ini sebagai bentuk tanggung jawab Pemprov DKI membantu warga.

Sebelumnya, Anies Baswedan mengatakan bahwa persoalan biaya bagi pasien positif Covid-19 memang ranah wewenang yang ada Pusat. Namun bila warga Jakarta ingin tes pemeriksaan awal karena memiliki gejala atau kontak langsung dengan suspek Covid-19, biaya ditanggung Pemprov DKI.

Bukan cuma itu, Anies Baswedan juga menutup tempat rekreasi dan hiburan selama dua minggu ke depan untuk mencegah penularan kasus virus Corona.

“Semua destinasi wisata dan tempat hiburan milik Pemerintah DKI Jakarta akan ditutup selama dua minggu ke depan,” ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (13/3).

Ia mengatakan tempat hiburan yang ditutup seperti Ancol, Taman Margasatwa Ragunan, kawasan Monas dan museum-museum milik Pemerintah Provinsi DKI.

Langkah tersebut, kata Anies, untuk membatasi interaksi warga di ruang publik dan keramaian. Hal ini juga berkaitan dengan kasus virus Corona yang meningkat drastis dari 34 kasus menjadi 69.

Selain itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini juga telah memutuskan untuk menghentikan Car Free Day untuk dua pekan ke depan.

“Tujuannya meminimalkan kegiatan warga di ruang terbuka,” ujarnya.

Anies mengimbau warga untuk menjaga jarak dengan orang, menghindari berjabat tangan, karena potensi penularan virus corona paling tinggi dengan kontak fisik.

Anies menyatakan masyarakat Jakarta dapat mengakses corona.jakarta.go.id untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Di dalamnya juga banyak materi sosialisasi yang dapat dibagikan kepada seluruh masyarakat.
*sumber : Rmol.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *