Mengubah Prilaku Dengan Metode Six Step Reframing

FOKUSATU-Sobat Fillah ,Perilaku yang dimiliki manusia sangatlah kompleks, mulai dari perilaku yang memberdayakan hingga perilaku yang sangat tidak memberdayakan. Menariknya, banyak perilaku yang tidak memberdayakan “bersarang” pada diri manusia. NLP terlahir dan dapat dimanfaatkan untuk menggali suatu struktur perilaku manusia, sehingga ketika siapa saja yang mempelajari NLP dapat terbantu untuk menggali perilakunya dan kemudian merubahnya agar lebih memberdayakan.

Berikut ini teknik yang berasal dari Neuro-Linguistic Programming (NLP)
Teknik ini bernama Six Step Reframing merupakan teknik ampuh yang dapat membantu Anda dalam persoalan mental dan kesehatan dengan mengakses bagian diri Anda yang bertanggung jawab untuk persoalan tersebut. Dalam konsep NLP, ada bagian-bagian dalam diri Anda yang bertanggung jawab mengurusi masing-masing kebutuhan Anda atau dinamakan parts.
Six Step Reframing bekerja dengan masuk dalam pikiran bawah sadar Anda dan berinteraksi dengan bagian diri Anda yang bertanggung jawab atas persoalan yang ingin Anda selesaikan. Anda dapat menggunakan teknik ini dengan lebih baik bila sebelumnya Anda rutin melakukan self talk. Bila tidak, Anda perlu perlu sabar dan kepekaan saat menggunakannya. Ada kemungkinan seseorang yang tidak pernah berkomunikasi dengan dirinya atau sering konflik dengan dirinya, akan mengalami penolakan atau tidak menghasilkan apapun melalui teknik ini.
Anda dapat menggunakan teknik ini untuk menghilangkan sakit, mempercepat penyembuhan atau membantu penyembuhan. Teknik ini tidak untuk menggantikan pengobatan medis. Misalnya pada saat sakit gigi, dengan melakukan Six Step Reframing, Anda dapat menghilangkan rasa sakit/nyeri. Namun setelahnya Anda tetap harus ke dokter untuk memeriksa gigi Anda.

Ada enam langkah dalam teknik ini sehingga diberi nama Six Step Reframing. Berikut ini langkah demi langkah menggunakan Six Step Reframing untuk mendukung Anda hidup lebih sehat, awet muda dan panjang umur.

Langkah pertama, identifikasi persoalan. Misalnya ingin menyembuhkan migrain, menghilangkan sakit ketika serangan maag ketika belum sempat makan, nyeri ketika sakit gigi, pusing ketika di kendaraan dan keperluan lainnya.

Langkah kedua, komunikasi dengan bagian yang bertanggung jawab atas persoalan tersebut, misalnya bagian yang bertanggung jawab atas rasa sakit karena maag. Rilekskan diri Anda dengan nyaman untuk berbicara dengan bagian ini. Awali dengan berterima kasih dan minta kesediaan bagian itu untuk berbicara dengan Anda. Katakan saja “Bagian yang bertanggung jawab atas rasa sakit ini, mohon bersedia berbicara dengan saya ! Berikan tanda atau jawaban yang saya mengerti.” Tunggulah sampai bagian tersebut menjawabnya dan bila Anda sering berkomunikasi baik dengan diri Anda, jawaban tersebut akan berupa kata-kata yang tidak perlu Anda tafsirkan lagi.

Langkah ketiga, tanyakan bagian diri Anda yang bertanggung jawab atas rasa sakit tersebut apakah maksud positif dengan rasa sakit ini dan dengarkanlah jawaban yang disampaikan. Sampaikan terima kasih atas jawaban yang diberikan bagian tersebut.

Langkah keempat, mintalah kepada bagian kreatif dalam diri Anda untuk mengajukan 3 (tiga) pilihan lain untuk memenuhi maksud positif yang disampaikan dalam langkah ketiga. Pada diri Anda memiliki bagian yang bertugas untuk menghasilkan hal-hal yang kreatif, sehingga Anda hanya perlu meminta pada bagian ini. Tiga pilihan ini bukan hal yang berakibat negatif atau menyakitkan.

Langkah kelima, tawarkan 3 (tiga) pilihan baru kepada bagian diri Anda yang yang bertanggung jawab atas rasa sakit tersebut untuk memilih satu di antaranya dan menggantikannya dengan rasa sakit yang sedang Anda alami. Bila bagian diri Anda yang yang bertanggung jawab atas rasa sakit tersebut menolak 3 (tiga) pilihan baru ini, kembali ke langkah 4 untuk meminta bagian kreatif membuat 3 (tiga) pilihan baru berikutnya. Setelah bagian diri Anda yang bertanggung jawab atas rasa sakit tersebut itu setuju dan memilih salah satu pilihan yang ditawarkan, baru lanjutkan pada langkah keenam.

Langkah keenam, periksa apakah pilihan baru memiliki kesesuaian (ekologis) dengan bagian diri Anda yang lain dengan menanyakan “Seluruh bagian diri saya, apakah ada yang keberatan dengan pilihan yang baru ini dalam?” Bila Anda tidak mendapat jawaban keberatan, Anda dapat berterima kasih kepada seluruh diri. Namun bila ada keberatan, Anda harus mengulang kembali dari langkah 4, 5 dan 6 sampai seluruh bagian diri Anda dapat menerima pilihan baru tersebut.

Nb. Sumber Beberapa Modul yang saya ikuti sampai CTNNLP, Beberapa buku penulis besar NLP yang ada di perpustakaan pribadi saya,

Penulis : Nur Purwana Hidayat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *