Hariman Siregar “Indemo” Rayakan Milad Bursah Zarnubi

FOKUSATU-Tokoh Sosialis peristiwa Malari (Malapetaka 15 Januari) dokter Hariman Siregar yang membina diskusi reboan Indemo (Indonesian Demokrasi Forum) mengatakan, Hakekat dhuafa / kemiskinan karna tak punya jaringan ,contohnya Petani, lain dengan Aktivis miskin yang numpuk dikota paling tidak tetap bisa eksis.

Pasien yang usia 60  tahun lebih   sebaiknya gunakan asuransi bukan BPJS.

Kendati Presiden independen RRC dijadikan tuhan oleh rakyatnya karna jamin kesra, tapi bangsa melayu / Indonesya takan bisa sembah pimpinananya yang tak berkarakter / visi impor, konsumtip dan hutang.

Usai diskusi 29 Januari 2020 di markaz jalan Sawah besar, Jakarta pusat, Ba’da magrib colege Hariman bertandang ke Milad Bursah Zarnubi Pimpinan PAHMI (Persodaraan Alumni HMI) dirumah kompkex Liganas, Pasar Minggu, Jakarte.
Kendati info silent pesta 61 tahun bang Bursah, tetap saja dibanjiri para aktivis terutama dari mantan 02.

Diawali Tau syiah DR H Yudi Latief, mengatakan, Swt memfasilitasi kebajikan hidup keluarga Bursah.
Saya kira Bursah aktivis terlengkap, bisa nyanyi, dispencer pada para aktivis, namun tetap bina perkaderan kelompok Cipayung warisan Akbar Tanjung, sehingga Bursah tetap Ketua saya.

Nyanyian Hariman Siregar larut bersama DPR Fauzi dan Fauzih (Golkar), Erwin Singajuru (PDIP), Reni Marlenawati (PPP), Fauzih (Golkar), Umar Husen, Syahganda Nenggoland, Karman Bm (KB GPII), Hamdan, Desy, Bakri, Tito Karnavian, Hamid Basaif (Jil), Sabili Muhtadin (Pemuda Muslimin Indonesya), Masgar K, Indra Bulog, Hasan, Mahdi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *