Prof Dr Hasyim Djalal (Pakar Hukum Laut Internasional) : Hadapi AS, RRC Minta Dukungan Natuna RI

FOKUSATU-Perebutan Zona Ekonomi Exclusif 200 mil laut di Natuna Utara antara RRC dan RI sampai kiamat tak  selesai karena setiap prinsip tiap negara akan mempertahankan wilayahnya sampai titik darah terakhir.

Sehingga posisi konflik ke dua negara ini sama sama terjepit, RRC terjepit menghadapi persaingan dengan AS dan sekutunya Australia, Jepang, India.

Sementara RI terjepit utang Infra struktur Pilpres 2019 dengan RRC.

Karena posisi RI dilema maka RRC diam diam pengen dukungan RI untuk hadapi Aliansi AS bersama India, Jepang, Australia.

Di tengah ragam aturan International di laut bebas, tuntutan klasik mutlak RRC tak jelas pada RI, apakah Juridis / Teritorial / Sumber Daya Alam / 9 garis putus.

RRC ingkari perjanjian Unclose 1982 anggap Laut Cina Selatan bebas cari Paus yang dikawal Coast Guard.

Kendati kecenderungan anti RRC pada Vietnam, Jepang dan Philipina, namun untuk menghadapi Asing dan OBOR (One Best One Road) aseng sebaiknya Natuna Centre of Develioment Tehnology ALRI yang canggih bersama ASEAN.

Demikian pernyataan Hasyim Djalal bersama Panelis Dr iur Damos Dumoli (Kemenlu RI), Prof Hikmahanto (Pakar Hukum Internasional), H Sukamta Phd (Komisi l DPR), Dr Mas Ahmad Santosa (CEO), pada Forum Grup Diskusi CDCC (Center for Dialogue and Cooperation among Civilization) Pimpinan Dr H Dien Syamsudien bertema “Kedaulatan RI atas Natuna”
di Markaz jalan Warung Jati timur raya No 7, Jakarta Selatan, 13 Januari 2020.
Hadir antara lain Amidhan, Nazar Nasution, Nazamudin Ramli (Kahmi),Mahdi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *