Peringatan Hari Apoteker Sedunia (World Pharmacists Day) Tahun 2019

FOKUSATU – Sebagaimana yang telah ditetapkan pada tahun 2009 oleh Dewan International
Pharmaceutical Federation (FIP) di Istanbul, Turki, 25 September ditetapkan sebagai World
Pharmacists Day (Hari Apoteker Dunia) tahunan. FIP mendorong apoteker untuk menggunakan
hari ini untuk menyelenggarakan kegiatan yang mempromosikan dan mengadvokasi peran
apoteker dalam meningkatkan kesehatan di seluruh dunia.

“Safe and Effective Medicine For All” adalah tema Hari Apoteker Dunia tahun ini. Tema ini
menekankan betapa pentingnya keamanan obat dan ketepatan penggunaan obat untuk semua
lapisan masyarakat. Untuk menjamin masyarakat mendapatkan obat yang tepat dan aman
diperlukan peran apoteker sebagai profesi ahli dalam bidang kefarmasian.

Tema Hari Apoteker Dunia menekankan bahwa apoteker berperan penting dalam
mendukung keberhasilan pengobatan pasien dan meningkatkan penggunaan obat rasional di
masyarakat. Apoteker bekerja dengan profesional pelayanan kesehatan lainnya untuk
memastikan bahwa setiap individu menerima pelayanan kesehatan yang optimal termasuk
didalamnya pelayanan kefarmasian. Apoteker dapat memberikan pemberian informasi obat,
konseling, pemantauan terapi obat, monitoring efek samping obat, ronde / visite pasien rawat
inap, evaluasi penggunaan obat sampai dengan melakukan Home Pharmacy Care.

World Pharmacist Day tahun 2019 diperingati dengan melakukan kegiatan Home
Pharmacy Care serentak di 44 wilayah kecamatan pada tanggal 24 September 2019 yang
melibatkan 255 apoteker yang bekerja di Puskesmas dan RSUD. Kegiatan ini digagas oleh Ibu
Wakil Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ibu Dra. Khofifah Any, MARS, Apt.

Home Pharmacy Care adalah pelayanan kefarmasian yang dilakukan dengan cara mendatangi langsungke rumah pasien. Puncak peringatan berlangsung pada hari Rabu tanggal 25 September 2019 yang diisi dengan serangkaian acara menarik diantaranya talkshow interaktif, gebyar inovasi,
dan penggalangan komitmen apoteker se-DKI Jakarta untuk meningkatkan mutu pelayanan
kefarmasian dalam menunjang patient safety.

Kegiatan ini dikuatkan dengan adanya instruksiKepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr. Widyastuti, MKM no. 57 tahun 2019 tentang pelaksanaan kegiatan Home Pharmacy Care di Provinsi DKI Jakarta. Berkontribusi pula dalam acara ini adalah GP Farmasi, PD IAI DKI, HISFARSI DKI JAKARTA dan HISFARKESMAS (Himpunan Seminat Farmasi Kesehatan Masyarakat).

Adapun tujuan kegiatan Home Pharmacy Care kali ini adalah untuk melihat perilaku
penggunaan obat di masyarakat dan menilai tingkat kepatuhan pasien Hipertensi. Kegiatan ini
selain untuk memberikan edukasi obat kepada masyarakat juga dapat meningkatkan branding
profesi apoteker sehingga lebih dekat dengan masyarakat. Saat ini keterlibatan Apoteker dalam
tim pelayanan kesehatan melalui kegiatan farmasi klinis ini terbukti memberikan kontribusi besar
dalam peningkatan Patient Safety.

Talkshow interaktif dilaksanakan dengan menghadirkan 4 pembicara, yaitu Direktur
Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Dra. Engko Sosialine, Apt, MBiomed, Direktur
Pengawasan Narkotika, Psikotropika dan Prekursor BPOM RI Dra. Ratna Irawati, Apt, M.Kes,
Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia DR. Keri Lestari Dandan, MSi, Apt, serta Wakil Kepala
Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dra. Khafifah Any, Apt. Talkshow Peringatan Hari Apoteker Sedunia
tahun 2019 ini mengusung tema Peningkatan Mutu Pelayanan Kefarmasian dalam menunjang
patient safety.

Gebyar Inovasi menghadirkan berbagai inovasi di bidang farmasi yang telah dilakukan oleh
apoteker DKI. Tidak kurang dari 10 inovasi yang diperkenalkan dalam acara ini diantaranya
adalah e-prescribing, early warning system obat expired, Stiker obat untuk buta aksara, inovasi
buku interaktif untuk kader Gema Cermat (Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat),
inovasi sistem pelabelan dinamis dan inovasi penandaan kategori obat untuk Ibu Hamil.
Peringatan World Pharmacist Day tahun 2019 ini menjadi tonggak bagi Apoteker di
lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta untuk terus berkarya, menjaga integritas,
melakukan praktik kefarmasian secara profesional serta taat pada kode etik dengan landasan
sumpah Apoteker.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *