Anggota DPR di Duga Lakukan Penggelapan Gaji Tenaga Ahli nya

FOKUSATU – Anggota DPR ber inisial DAW dari Dapil Jakarta Timur di duga telah lakukan penggelapan gaji tenaga ahlinya ,yang dimana kasus ini terkuak setelah Staff ahli anggota DPR tsb di pecat tanpa alasan yg tidak jelas,staff ahli tersebut sekarang sedang melakukan proses hukum dengan di dampingi Pengacara Dari Masfur Mufti, SH, MH dan Partner,dan kasus ini sedang memasuki tahap pelaporan dan sidang di MKD (Mahkamah Kehormatan Dewan) dan pengadilan negeri setelah 2 somasi  di layang kan ke pihak anggota DPR tersebut.

Awal mula kasus ini dimulai sejak semua proses penerimaan telah di lalui oleh staff ahli tersebut dan pada tahap akhir sebelum mulai kerja Staff ahli di panggil oleh Staff ahli juga yang dimana sepupu dari anggota DPR tersebut yang ber inisial RBS,

agar para rekrutan staff ahli tersebut di minta secara paksa tanpa ada perjanjian tertulis untuk menyerah kan kartu ATM dengan berkata bahwa gaji staff ahli tersebut akan di potong beberapa bulan sebesar 2.500.000/bulan yang akan di gunakan untuk kegiatan dapil(daerah pemilihan) yg ternyata di gunakan untuk membayar gaji OB Griya Aspirasi dan  berjanji akan mengembalikan kartu ATM tersebut.

 

staff ahli tersebut setiap bulan menanyakan untuk dapat di kembalikan kartu ATM tersebut dan tidak ada pemotongan lagi,tapi itu semua tidak terjadi dan pemotongan tidak sah terus terjadi selama 42 Bulan sampai akhir nya staff ahli itu di pecat di sebuah rumah makan di daerah duren sawit tanpa ada alasan pemecatan yang jelas dan juga kompensasi setelah bekerja untuk anggota DPR tsb selama 3 tahun 6 bulan dan dilakukan oleh RBS (staff ahli juga) yang tidak mempunyai wewenang untuk memecat sesama staff ahli,dan aneh nya setelah di pecat Kartu ATM tidak juga di kembalikan pemecatan juga tidak di lakukan secara benar tanpa ada di terima nya SK.

 

Pemberhentian yg dimana pada awal ada SK pengangkatan

Dugaan Penggelapan ini terjadi selama 42 bulan yang dimana klo di hitung total nya sebesar 105 juta,sekarang proses hukum ini masih terus berjalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *