Komesioner Panwaslu Kecamatan Tapos Berbagi Untuk Korban Tsunami Banten

FOKUSATU – Abdhusomad yang biasa disapa Adus Komesioner Pengawas Kecamatan(Kec)Tapos Kota Depok bidang penindakan Selasa (25/25)bersama rekanya Ust. Asep yang tinggal di Kel Cimpaeun, Yayat Supriatna Cipayung dan Fahmi Cipayung.

Pada Media ini via telepon selulernya mengatakan, Kami bertiga datang ke pantai Carita Propinsi Banten ini ingin melihat situasi pasca tshunami dan sedikit berbagi.

” Kalau kami lihat dampak yang disebabkan tshunami cukup meprihatinkan, juga penduduk yang terdampak, kami membawa mie instan dan baju layak pakai, ” Jelas Adus.

Adus menambahkan, jangan dilihat jumlah bantuanya, tapi ini adalah bentuk kepedulian kami kepada sesama saudara kita yang tertinpa musiba.

” Semoga bantuan yang kita berikan sedikit dapat membntu dan bermamfaat bagi warga yang tertimpa musibah tshunami, ” Ucapnya, saat memberikan bantuan kepada Ade Kosasih tokoh masyarakat di Cigelis, Kec Sumur Pandegelang Prop Banten.

Sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merekomendasikan masa tanggap darurat daerah terdampak tsunami Selat Sunda selama 14 hari terhitung sejak 22 Desember 2018 sampai dengan 4 Januari 2019. Namun, itu hanya untuk wilayah terdampak paling parah yakni Kabupaten Pandeglang, Banten.
Oleh karena itu di Pandeglang masa tanggap darurat 14 hari, tutur Sutopo di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Selasa (25/12).

Korban meninggal dunia akibat tsunami di Kabupaten Pandeglang sementara tercatat sebanyak 290 orang.

Kemudian yang mengalami luka-luka 1.143 orang, hilang 77 orang, dan 14.395. Termasuk dampak kerusakan terhadap 443 unit rumah, 69 hotel, 395 perahu kapal, 24 kendaraan roda empat, dan 41.(Rudi. Hrp).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *