Desiminasi Program dan Kegiatan Fapsedu Tahun 2018

FOKUSATU – Fapsedu Ajak Tokoh Agama Berperan Membangun Kualitas Manusia Indonesia.
KH Cholil Nafis,selaku Ketua Umum Forum Antar Umat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan (Fapsedu).

Forum Antar Umat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan
(FAPSEDU) menyelenggarakan Desiminasi Program dan Kegiatan Fapsedu Tahun 2018 di Hotel Santika TMII,26 Desember 2018

Kegiatan ini untuk menguatkan konsolidasi organisasi dan memantapkan program desiminasi. Acara dibuka oleh Drs. Freddy Aritonang MM selaku sekertaris Fapsedu

Dalam sambutannya mengatakan Fapsedu merupakan manefestasi spirit keagaman untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.

Menurut dia Fapsedu yang berdiri pada 28 Juni 2008 , harus ikut berperan aktif mendukung Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga.

Dikatakan bahwa
Untuk meningkatkan peran tokoh agama dalam membangun kualitas manusia Indonesia yang sebentar lagi akan mendapatkan bonus demografi.

Ibu Sundusiah dari Bina Hubungan antar lembaga BKKBN mengingatkan bonus demografi hanya akan menguntungkan jika SDM bangsa Indonesia berkualitas. Sementara saat ini SDM bangsa Indonesia masih tertinggal.

Seperti kesehatan fisik dan intelektual di Indonesia belum menggembirakan. Stunting (pendek fisik dan intelektual) di Indonesia masih 37 persen.

Hal ini akibat kurang gizi saat ibu hamil dan anak balita. Tenaga kerja Indonesia masih 60 persen lulusan sekolah dasar. Indek pembangunan manusia masih di peringkat 113 dari 188 negara.

Kondisi Indonesia yang masih tertinggal dari negara-negara maju memanggil tangung jawab tokoh-tokoh agama untuk memajukan bangsa sebagai komitmen keagamaan dalam mengisi kemerdekaan.

Bagi forum lintas agama dalam wadah Fapsedu menganggap kebhinnekaan adalah sesuatu yang sudah final, dan tugas generasi berikutnya adalah mengisinya untuk mencapai cita-cita kemerdekaan.

Para tokoh lintas agama berkewajiban menjadikan titik kebersamaan dalam nilai-nilai agama untuk menyejahterakan masyarakat.

Paling mendasar dari membangun SDM agar Indonesia dapat menjadi bangsa kompetitif dan semua itu dimulai dari keluarga karena sebagai komunitas terkecil masyarakat nasional dan dunia

Acara ini menghadirkan para narasumber yang kompeten di bidang nya yakni Djanengrana Onga Wijaya tokoh agama dari konghocu, Dr.Soedjito Kusuma tokoh agama dari Budha, Drs Nyoman Udayana Tokoh agama Dari Hindu,Pak Alex dari Tokoh Agama Katolik dan Ibu Sundusiah dari Bina Hubungan antar lembaga BKKBN.
Peserta ada 70 orang mewakili dari 5 Agama Di Indonesia.

Di sela sela acara datang bapak Aru Gunardi selaku Direktur bina Hubungan BKKBN.

Dalam Keanggotaan FAPSEDU adalah berbagai unsur kemasyarakatan bergabung di FAPSEDU ,Bpk Freddy selaku Sekjen FAPSEDU membuat kampung wisata PLKB berbagai daerah tuturnya.

Dalam forum moderator mengajak kepada peserta seminar bisa berdialog,sharing tentang PLKB,BkkbN dari perspektif keagamaan masing-masing.

Deriktur BkkbN BPK Arigunardi sebagai Antar Bina Perhubungan menyampaikan dalam forum seminar memberikan gambaran kepada peserta bahwa Angka kematian ibu perhitungan per tiga jam karena melahirkan dan 2,4 wanita usia muda massa usia produktif menurun daripada tahun yang lalu maka Surga adalah ditelapak kaki ibu tuturnya.

Beliau juga menjelaskan tentang Fasextomi,yang artinya adalah mempunyai syarat tertentu minimal anak berumur dua tahun dan jika ada dilakukan fasextomi harus ada kesepakan suami istri sehingga medis bisa melayani karena fasextomi itu memotong sel sperma dan itu juga lebih sekit dari pada sunat,lebih murah,lebih cepat.ya itu tergantung ibu-ibu kata Direktur antar Bina perhubungan BKKBN ,Bapak Arigunardi
( A W )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *