Sosialisasi dan Persiapan Pemekaran Bekasi Utara di Gelar PMBU

FOKUSATU – Persatuan Masyarakat Bekasi Utara (PMBU) mengadakan kegiatan sosialisasi, syukuran, dan silaturahmi antar tokoh mayarakat, Pemuda dan Lainnya pada Sabtu 03/11 berlokasi di Kp Balong Tua RT 02/05 Desa Sukabakti Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi. Materi sosialisasi adalah tentang pemekaran wilayah Bekasi Utara.

Acara sosialisasi tersebut di pimpin oleh ketua umum PMBU Jamaludin, SH. Kegiatan ini untuk mensosialisasikan proses-proses pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB), baik tentang aturan mainnya dan juga peraturan peraturan yang berlaku di dalamnya. Jamaludin, SH mengatakan bahwa saat ini proses pemekaran merupakan sebuah PR baginya karena pemekaran adalah agenda politik seluruh rakyat bekasi, click bukan kepentingan politik suatu partai atau golongan yang sifatnya parsial.

“Adanya kabupaten baru akan semakin memudahkan masyarakat saat berurusan administrasi. Sebab, wilayah Kab Bekasi sangat luas. Masyarakat di Kecamatan Tarumajaya, Muaragembong, Babelan dan Cabangbungin akan sangat jauh apabila berurusan administrasi ke Pemkab Bekasi saat. Selain itu, jelas membuka lapangan pekerjaan baru,” katanya

Soal pemekaran secara kewilayahan terjadi aspek pemisahan, tetapi secara aspek sosial dan budaya tidak ada yang terpisah. “Jadi hanya administrasi kewilayahan tetapi hubungan emosional tidak terpisah, “ tegasnya. Sementara itu, Caleg DPRD Kab Bekasi Dapil 4 dari Partai Gerindra Darissalam dan M NurFahrozi,SH menyambut baik rencana pemekaran di Bekasi Utara.

Komaruddin Ibnu Mikam budayawan Bekasi menyampaikan Kabupaten Bekasi Utara sudah sangat layak dimekarkan, mengingat sudah ada keputusan DPRD TK II Kab Bekasi No. 12 tahun 2011 yang ditetapkan berdasarkan penelitian Prof Sadu

Karena Rencana pemekaran ini sudah diusulkan sejak tahun 2008 yang lalu namun sampai saat ini belum terealisasi. Sosialisasi ini penting apalagi mengundang para tokoh masyarakat, para pemuda, hadir juga Mantan Kepala Desa Sukabakti H.Heri

Sekjen PMBU Jasan Supratman, ST., MT. menambahkan, secara potensi memang pemekaran bisa dilakukan, apalagi sudah ada kajian dari tim riset yang di pimpin profesor Sadu Wasistiono yang menyebutkan 80 persen warga setuju dengan pemekaran. kajian, maupun persiapan secara matang sudah dilakukan dalam proses pemekaran wilayah tersebut tinggal dorongan dari masyarakat saja maka akan semakin memudahkan proses pemekaran dapat terwujud.( A W )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *