Setelah 39 Tahun Dilarang Nonton Bola, Beginilah Serunya Wanita Iran Nobar Piala Dunia 2018

FOKUSATU – Kompetisi sepak bola paling bergengsi di dunia, Piala Dunia 2018, terus menyedot perhatian. Ajang yang digelar di Rusia ini menjadi yang paling fenomenal bagi wanita di Iran. Para wanita di Iran berduyun-duyun datang ke Stadion Azadi, Teheran, untuk menonton laga tim nasional (timnas) mereka melawan Spanyol, Rabu (20/6/2018).

Sayang, timnas Iran harus kalah dari Spanyol dengan skor 1-0. Meski demikian, kekalahan timnas Iran tidak begitu berarti bagi para wanita yang mendukungnya. Mereka terus memberi dukungan dan semangat kepada timnas Iran. Pertandingan Iran melawan Spanyol ini sekaligus menjadi perayaan penghapusan larangan menonton pertandingan olahraga di tempat umum sejak 1979 silam.

Pemerintah Iran membuat keputusan mengizinkan warganya menonton bareng Piala Dunia 2018 pada Rabu pagi. Keputusan mengizinkan wanita menonton Piala Dunia 2018 di stadion terbesar di Iran disambut gembira. Sejumlah wanita yang tergabung dalam kelompok Open Stadiums menyambut baik keputusan tersebut. Mereka sangat senang akhirnya diperbolehkan menonton laga timnas kesayangan.

“Luar biasa. Ini kali pertama bagi kami melihat ratusan ribu orang memadati stadion untuk menonton suatu pertandingan. Ini sangat keren. Meski timnas Iran kalah dan pertandingan telah berakhir, masih banyak orang yang bertahan di dalam stadion,” kata salah satu anggota Open Stadiums, Ghoncheh Gavani, seperti dilansir NBC News, Kamis (21/6/2018).

Tapi, menurut kabar dari media lokal, izin menonton Piala Dunia 2018 bagi wanita hanya berlaku pada pertandingan Iran melawan Spanyol. Meski demikian, para wanita di Iran berharap pemerintah memberikan izin kepada mereka untuk menonton bersama Piala Dunia 2018.

Sampai saat ini, para wanita di Iran belum diberi izin menyaksikan pertandingan olahraga secara langsung. Iran merupakan satu-satunya negara yang melarang wanita masuk ke stadion. Sebelumnya, Arab Saudi juga memberlakukan aturan yang sama. Namun, pemetintah Arab Saudi telah mencabut larangan itu pada awal 2018 atas usulan Putra Mahkota, Pangeran Mohammed bin Salman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *