Akibat Polusi Udara di Pasifik Barat, 2,2 Juta Nyawa Melayang

FOKUSATU – Sebanyak sepertiga, atau 2,2 juta dari tujuh juta kematian pradini setiap tahun akibat polusi udara, terdapat di Wilayah Pasifik Barat. Demikian data baru yang disiarkan pada Rabu (2/5) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Wilayah Pasifik Barat adalah tempat tinggal bagi seperempat penduduk dunia. Perkiraan baru WHO tersebut memperlihatkan sembilan dari 10 orang di dunia menghirup udara yang mengandung polusi tingkat tinggi dari rumah tangga atau udara di luar rumah.

“Udara yang tercemar menembus ke dalam paru-paru mereka dan sistem jantung mereka,” kata WHO di dalam satu pernyataan seperti yang dilansir Xinhua, Kamis (3/5).

Di antara 2,2 juta kematian yang berkaitan dengan polusi udara di wilayah tersebut pada 2016, kata WHO, 29 persen karena penyakit jantung, 27 persen stroke, 22 persen penyakit paru-paru kronis, 14 persen kanker paru-paru dan delapan persen radang paru-paru.

“Polusi udara adalah ancaman kesehatan lingkungan hidup yang paling mematikan di wilayah kita, dan itu mempengaruhi manusia di negara yang berpenghasilan menengah dalam jumlah yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan di negara yang berpenghasilan tinggi,” kata Shin Young-soo, Direktur Regional WHO untuk Pasifik Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *